Wael Musallem Kembangkan Ide Baru untuk Pakan Ternak di Gaza

Peternak asal Beit Lahia ini berhasil menanam pakis spesies Azolla untuk memenuhi pakan ternak yang sebelumnya harus diimpor.

BY adminEdited Fri,06 Sep 2019,12:07 PM

Jalur Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Seorang warga Palestina menjadi orang pertama yang berhasil menumbuhkan pakis sebagai bahan pakan ternak. Dengan inovasi ini, Wael Musallem tidak memerlukan pakan ternak impor, yang harganya mahal, untuk memenuhi kebutuhan ternalknya.

Pria berusia 42 tahun asal Beit Lahia, Jalur Gaza Utara itu telah berhasil memproduksi pakis Azolla setelah banyak petani lokal yang gagal melakukan upaya serupa.

Wael memiliki peternakan unggas dan sapi. Sebelumnya, kebutuhan makan sepenuh dari ternak-ternaknya ini mengandalkan pakan impor. DItambah situasi ekonomi Gaza yang "suram' akibat pengepungan yang dilakukan Israel, memaksa Wael berhutang.

Azolla termasuk tujuh spesies pakis air yang mengapung di permukaan air. Tumbuhan ini memiliki ikatan simbiosis dengan ganggang dan memiliki persentase protein yang tinggi, berkisar antara 25 persen dan 30 persen dari berat keringnya. tumbuhan ini juga digunakan sebagai biofertiliser.

“Saya menghubungi seseorang di luar negeri dan ia memberi tahu saya tentang pakis Azolla dan betapa bermanfaatnya tumbuhan ini. Saya mencoba menemukan cara untuk membawanya ke Gaza. Butuh waktu empat bulan,” kata Wael.

“Saya berhasil menanamnya setelah beberapa kali gagal menemukan cara yang tepat untuk menanam Azolla. Ini saya lakukan dengan mengandalkan pengalaman masa lalu saya di pertanian. Saya memiliki sekitar 300-500 meter wadah Azolla yang ditanam, dan saya menggunakannya sebagai makanan untuk ikan, bebek, sapi, dan unggas saya.”

“Azola ditanam sekali dan mereka bereproduksi sendiri berdasarkan area air yang dialokasikan untuk tanaman. Tanaman ini membutuhkan iklim khusus dan wilayah perairan harus ditutup 50 persen. Selai itu, ia juga tidak boleh berada di bawah sinar matahari langsung," jelas Wael.

Adapun strategi Azolla dan manfaatnya, Wael menuturkan, "Kami hampir dapat sepenuhnya menghilangkan beberapa jenis pakan dan beralih menggunakan Azolla sebagai alternatif. Terlebih tumbuhan ini memiliki kandungan protein yang tinggi."

Ia juga mencatat bahwa 90 persen pakan ikan dapat terbuat dari Azolla. Sedangkan untuk ternak adalah 70 dengan penambahan sedikit jagung karena mereka membutuhkan karbohidrat. Untuk unggas, Azollas dapat memenuhi 50 persen dari pakan mereka.

Wael menunjukkan bahwa Azolla berhasil menggantikan 90 persen pakan ternaknya yang biasa ia impor, dan 65 persen untuk bebek. Hasilnya, pendapatannya meningkat.

Setelah menemukan formula yang tepat, Wael kini membatu petani lain menanam sumber pangan alternatif untuk kebutuhan kewan mereka.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply