Pekan ke-73 Protes di Perbatasan Gaza, 2 Remaja Palestina Gugur

Keduanya adalah Ali Sami Ali al-Ashqar dan Khaled Abu Bakr al-Rubai, sementara 76 warga lainnya luka-luka, 46 diantaranya ditembak peluru tajam.

BY adminEdited Sat,07 Sep 2019,02:08 PM

Jalur Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Dua warga Palestina terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka, Jumat (06/09/2019), akibat dianiaya pasukan Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa korban jiwa bernama Ali Sami Ali al-Ashqar (17) dan Khaled Abu Bakr al-Rubai (14).

Kemenkes Gaza juga mengumumkan bahwa 76 warga lainnya menderita luka-luka, 46 diantaranya ditembak peluru tajam.

Ribuan warga Palestina kembali menggelar demonstrasi Great March of Return pekan ke-73 di perbatasan Gaza.

Lembaga pelaksana Great March of Return menyerukan warga Gaza agar melakukan demonstrasi memprotes vandalisme Israel terhadap rakyat Palestina.

Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa aksi di perbatasan Gaza akan terus berlanjut setiap pekan sampai Israel menghapus blokade.

Demonstrasi Great March of Return telah dimulai sejak 30 Maret 2018 menuntut Israel menghapus blokade terhadap Gaza dan memulangkan kembali pengungsi Palestina.

Sejak digelar setahun lalu sampai saat ini, tercatat 327 warga Palestina meninggal dunia akibat ditembak pasukan Israel sementara 31.000 lainnya luka-luka.

Sementara itu pesawat tempur Israel, Sabtu pagi (07/09/2019) dilaporkan membombardir Beit Hanoun Timur, Gaza Timur dan di Beit Lahia, Jalur Gaza Utara.

Dilansir Maannews, pihak Israel mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membalas serangan roket pejuang Gaza yang jatuh di dekat permukiman Israel.

Sejak 12 tahun lalu Israel menutup akses keluar masuk ke Gaza. Blokade terhadap wilayah selatan Palestina tersebut berhasil merusak sistem perekonomian di Gaza. Hampir setengah warganya hidup miskin dan pengangguran. Mereka hanya menggantungkan hidup dari bantuan kemanusiaan.

Gaza juga mengalami masalah medis serta pencemaran lingkungan akibat krisis listrik.

Melihat Gaza yang hancur akibat blokade, Sekjen PBB memprediksi bahwa lokasi ini akan menjadi wilayah tak layak huni 2020 mendatang.

Akibatnya warga dan pejuang Gaza melakukan perlawanan baik dalam bentuk serangan roket atau demontrasi damai.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply