Dokter Gigi Palestina, Selamatkan 2 Warga Yahudi

Sebagai dokter, Amin Mansour hanya menjalankan tugasnya membantu siapapun, terlepas siapa mereka, warga Israel atau Palestina.

BY adminEdited Sun,08 Sep 2019,01:56 PM

Qalqiliya

Qalqiliya, SPNA – Seorang dokter gigi Palestina,  dr. Amin Mansour menyelamatkan nyawa dua warga Israel yang ditikam oleh remaja Palestina.

Salah satu korban bernama Lebar Peretz (17) dan ayahnya Yosef Peretz. Keduanya ditikam saat melakukan pengecekan medis di Desa Azun, Qalqilya.

Dilansir Palsawa, Sabtu (08/09/2019), ayah dan anak tersebut tinggal di wilayah  selatan. Mereka datang ke Azun untuk melakukan pengecekan di klinik milik dr. Amin Mansour.

Menurut keterangan Yosef, seorang remaja berusia 15 tahun bertanya kepada mereka, apakah mereka orang Yahudi atau Arab?

“Saya  menjawab dengan jujur bahwa saya Yahudi. Saat itu saya melihat pelaku membawa pisau lalu menyerang kami. Anakku lalu mendorongku ke samping  agar tidak terkena tusukan.”

Surat kabar Israel, Yediot Ahronot menjelaskan bahwa dokter gigi Palestina Amin Mansour dengan sigap menyelamatkan nyawa  kedua warga Israel tersebut. Ia berupaya melumpuhkan pelaku dan menjatuhkannya ke lantai. 

“Jika bukan karena dr. Amin mungkin situasinya lebih buruk. Saya akan kembali menemui beliau sendirian,‘’ terang warga Yahudi berusia 60 tahun tersebut.

Sementara dr. Mansour yang biasanya menangani keluarga Peretz menjelaskan kepada Ytnews bahwa dirinya diancam karena menyelamatkan ayah dan anak Yahudi tersebut.

“Saya tidak menyesal karena melakukan hal ini. Saya telah bekerja sebagai dokter selama bertahun-tahun. Saya hanya melakukan tugas saya sebagai dokter untuk menyelamatkan siapapun, terlepas siapa mereka, Israel atau Palestina. Mereka semua adalah manusia yang pantas untuk ditolong,‘’ ujar muslim Palestina yang fasih berbahasa Rusia tersebut.

Mansour pernah belajar ilmu kedokteran gigi di Rusia dan pernah mendekam di penjara selama empat tahun.  “Saya menghabiskan empat tahun di penjara selama intifada kedua karena saya  aktif di faksi Fatah.”

“Korban adalah remaja Yahudi berusia 17 tahun. Ia terluka parah akibat ditikam oleh remaja Palestina berusia 15 tahun. Bagi saya keduanya adalah korban namun dari sudut pandang berbeda,” ujarnya.

“Saya siap untuk mengunjungi keduanya di rumah sakit karena saya telah merawat mereka selama bertahun-tahun, namun saya tidak punya izin untuk masuk ke Israel.”

(TRS/S:Palsawa)

leave a reply
Posting terakhir