Persentase Buta Aksara di Palestina Menurun

Statistik menunjukkan persentase buta aksara di masyarakat Palestina yang berusia 15 tahun ke atas turun dari 13,9% pada 1997 menjadi 2,8% pada 2018.

BY adminEdited Mon,09 Sep 2019,10:24 AM

Ramallah

Ramallah, SPNA – Persentase buta aksara di masyarakat Palestina yang berusia 15 tahun ke atas turun dari 13,9% pada 1997 menjadi 2,8% pada 2018. Hal ini diungkapkan Kantor Pusat Statistik Palestina (PCBS) pada kesempatan peringatan Hari Literasi Internasional, Minggu (08/09/2019).

Berdasarkan variabel jenis kelamin, hasil analisa menunjukkan, tingkat persentase pada laki-laki turun dari 7,8% pada 1997 menjadi 1,3% pada 2018. Sementara pada perempuan turun dari 20,3% menjadi 4,3% pada periode yang sama.

Untuk variabel berdasarkan wilayah, persentase tersebut turun dari 14,1% pada tahun 1997 menjadi 3,0% pada tahun 2018 di Tepi Barat. Di Jalur Gaza, turun dari 13,7% pada tahun 1997 menjadi 2,4% pada periode yang sama.

Lebih dari setengah penduduk yang buta aksara adalah lanjut usia (lansia)

Pada tahun 2018, persentase buta aksara di kalangan lansia yang berusia 65 tahun ke atas mencapai sekitar 29,7% (47,0 ribu orang buta aksara). Sekitar 3,3% pada kelompok usia 45-64 tahun (19 ribu orang buta aksara). Pada kelompok usia (30-44) tahun mencapai 0,8% (7,0 ribu orang buta aksara) dan 0,7% di kalangan remaja berusia antara 15 -29 tahun (9,8 ribu orang buta aksara) di tahun yang sama.

Persentase buta aksara sangat bervariasi antara kelompok umur. Kelompok usia 65 tahun ke atas mendapat tingkat tertinggi, sedangkan tingkat terendah di antara kelompok umur 30-44 tahun dan 15-29 tahun.

Persentase buta aksara lebih tinggi di daerah pedesaan

Pada tahun 2018, persentase buta aksara di daerah pedesaan mencapai 3,7% (18,0 ribu orang buta aksara), sementara skor 2,8% di kamp-kamp pengungsi (7,1 ribu orang buta aksara) dan 2,6% (57,7 ribu orang buta aksara) di daerah perkotaan. Pada tahun 2018, persentase buta aksara perempuan yang tertinggi di daerah pedesaan, diikuti oleh kamp-kamp pengungsi dan daerah perkotaan. Tingkat buta aksara laki-laki tidak berbeda menurut jenis daerah.

Pesentase buta aksara tertinggi terdapat di Provinsi Salfit

Pada tahun 2018, persentase buta aksara tertinggi di kalangan penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah di Provinsi Salfit yaitu 5,4%, diikuti oleh Jericho dan Al Aghwar yang mencapai 3,9%. Persentase terendah adalah Provinsi Gaza dengan 2,0%.

Berdasarkan jenis kelamin, tingkat buta aksara tertinggi di antara laki-laki berusia 15 tahun ke atas adalah di Provinsi Yerusalem dengan 2,9%. Sementara persentase buta aksara tertinggi di kalangan perempuan untuk kelompok usia yang sama berada di Provinsi Salfit dengan 9,2%.

(T.RA/S: WAFA)

leave a reply