AS Batalkan Negosiasi, Taliban: “Washington Rugikan Diri Sendiri”

Sikap AS tersebut menunjukkan bahwa mereka anti perdamaian dan hanya menambah kerugian mereka baik secara materi atau keamanan.

BY adminEdited Mon,09 Sep 2019,12:42 PM

Kabul

Kabul, SPNA –  Taliban menyatakan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan negosiasi damai hanya akan merugikan Amerika Serikat sendiri.

Taliban mengatakan, “Sikap AS tersebut menunjukkan bahwa mereka anti perdamaian. AS hanya menambah kerugian mereka baik secara materi atau keamanan,” seperti dikutip CNN Arabic, Minggu (08/09/2019).

Meskipun begitu, Taliban tetap membuka pintu dialog di masa depan dengan AS. “Kami berkomitmen untuk berdialog, jika jalan itu terbuka.”

Sejak beberapa bulan terakhir, AS dan Taliban telah melakukan melakukan negosiasi di Doha. Pembicaraan keduanya membuahkan hasil dan mencapai kemajuan besar dalam beberapa waktu terakhir dimana AS sepakat untuk memulangkan ribuan prajuritnya selama Taliban menghentikan serangan dan ancaman terhadap AS dan negara sekutu.

Sayangnya, Sabtu lalu Pemerintah AS membatalkan perjanjian damai secara sepihak dengan Taliban pasca serangan di Kabul minggu lalu yang menewaskan 12 warga asing salah satunya adalah prajurit AS.

Menurut Taliban , keputusan Presiden AS membatalkan pertemuan yang dijadwalkan di Camp David menunjukkan bahwa Trump “tidak berpengalaman.”

“Selama bertahun-tahun Pasukan AS dan sekutunya telah membunuh ribuan warga Afghanistan dan serta menghancurkan  harta benda mereka,’’ terang gerakan bersenjata tersebut.

Sebelumnya Kepala Negosiasi Amerika - Taliban, Zalmay Khalidzad,  mengatakan bahwa AS bersedia memulangkan lebih dari 5000 prajuritnya dalam kesepakatan awal dengan Taliban.

“Jika perjanjian dipenuhi sesuai kesepakatan maka AS akan memulangkan lima batalion dalam 135 hari.”

Sampai saat ini sebanyak 14.000 prajurit AS masih bertugas di Afghanistan.

Agresi AS di Afghanistan dimulai sebulan pasca serangan berdarah terhadap gedung WTC 11 September 2001 silam setelah Taliban dilaporkan menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden yang dituding berada dibalik serangan tersebut.

AS lalu meminta koalisi negara Internasional untuk membantu menumbangkan Taliban.

Sampai saat ini sebanyak 3500 prajurit koalisi, 2500 dari mereka adalah prajurit AS.

Pasca agresi, Taliban justru dapat melebarkan sayapnya di sebagian besar Afghanistan. BBC melaporkan bahwa Taliban aktif di 70% wilayah negeri para Mullah tersebut.

(T.RS/S:CNN)

leave a reply
Posting terakhir