Menteri Energi Saudi: Fasilitas Kilang Minyak Aramco Kembali Pulih Pasca Serangan

Saudi mengumumkan kembalinya Aramco ke kondisi normal pasca serangan teroris beberapa hari lalu. Menteri Energi Saudi berjanji bahwa Aramco mampu memenuhi semua permintaan koleganya.

BY adminEdited Wed,18 Sep 2019,03:55 PM

Riyadh

Riyadh, SPNA - Menteri Energi Saudi Abdul Aziz bin Salman, Selasa (17/09/2019), mengatakan bahwa pasokan minyak Aramco telah kembali ke kondisi semula. Kerusakan yang disebabkan oleh serangan teroris telah diperbaiki kembali dalam dua hari terakhir.

Dalam sebuah konferensi pers, Abdul Aziz mengatakan, "Masing-masing dari Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman memberikan kehormatan kepada saya untuk menyampaikan berita gembira kepada seluruh warga dan pecinta negara ini, bahwa pasokan minyak telah kembali seperti sediakala.”

Ia menegeaskan bahwa Aramco akan memenuhi seluruh permintaan mitranya untuk bulan ini. Dan bahwa serangan teroris tersebut secara tidak langsung merupakan serangan yang ditujukan untuk seluruh negara maju dan berkembang.

"Seluruh negara internasional harus sepakat untuk mengecam serangan itu," tambahnya.

Menteri Energi tersebut meyakinkan bahwa Saudi akan menaikkan volume produksi mereka hingga mencapai 11 juta barel pada akhir September, dan menjadi 12 juta barel pada Oktober mendatang.

Serangan teroris yang berlangsung pada Sabtu sore (14/09/2019) lalu dengan menggunakan pesawat nirawak mempengaruhi lima persen pasokan minyak global. Akibatnya harga minyak dunia naik lebih dari 15 persen.

Menteri Energi Saudi, Abdul Aziz bin Salman, pada Sabtu malam , mengumumkan bahwa serangan itu mengakibatkan penangguhan produksi 5,7 juta barel minyak per hari. Melebihi 50% dari angka produksi per hari yang biasanya mencapai 9,8 juta barel.

Serangan terhadap perusahaan minyak raksasa Saudi tersebut dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman, yang dikenal juga dengan gerakan Ansharullah.

Juru bicara militer Ansharullah, hari Senin (16/09/2019), kembali memperingatkan Arab Saudi bahwa mereka sanggup menjangkau setiap situs vital yang dimiliki Saudi. Arab Saudi diharapkan untuk segera menghentikan blokadenya terhadap Yaman.

(T.HN/S: Arabic.Sputniknews)  

leave a reply
Posting terakhir