Resmi, Arab Saudi tuduh Iran terlibat dalam serangan kilang minyak raksasa Aramco

Menlu Arab Saudi klaim bahwa serangan terhadap perusahaan minyak Saudi Aramco berlangsung dengan menggunakan senjata Iran. Menurutnya ini semakin membuktikan jati diri Iran yang terus memberikan dukungan terhadap aksi terorisme

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,22 Sep 2019,03:34 PM
645x344---1510303965136.jpeg

Riyahd, SPNA - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir,  Sabtu (21/09), mengumumkan bahwa serangan terhadap dua fasilitas utama Perusahaan Minyak Raksasa Saudi, Aramco, berlangsung dengan menggunakan senjata Iran. Ia mengatakan bahwa serangan tersebut tidak datang dari Yaman, tapi dari 'Utara' (Iran).

Dalam jumpa  pers, Al-Jubeir mengatakan bahwa serangan tersebut telah mengancam keberlangsungan energi dunia. Pengaruhnya dapat dirasakan oleh seluruh negara dunia.

Namun demikian, pihak Saudi masih terus melakukan investigasi terkait insiden itu. Bahkan mereka telah meminta PBB untuk mengirimkan tenaga ahli demi mempercepat proses pengidentifikasi pelaku.

Al-Jubeir menegaskan sampai saat ini Saudi telah menerima serangan 250 rudal balistik dan 150 drone buatan Iran. Hal tersebut menurutnya telah membuktikan keberadaan Iran di balik organisasi teroris yang ada saat ini.

Serangan teroris yang berlangsung pada Sabtu sore (14/09) itu, dengan menggunakan pesawat nirawak, mempengaruhi 5 persen pasokan minyak global. Akibatnya Harga minyak dunia naik lebih dari 15 persen.

Menteri Energi Saudi, Abdul Aziz bin Salman, pada Sabtu malam , mengumumkan bahwa serangan itu mengakibatkan penangguhan produksi 5,7 juta barel minyak per hari. Melebihi 50% dari angka produksi per hari yang biasanya mencapai 9,8 juta barel.

Awalnya, Kelompok Houthi Yaman, Ansharullah, dipercaya berada di balik serangan tersebut.  Juru bicara militer Ansharullah, hari Senin (16/09), malah kembali memperingatkan Arab Saudi bahwa mereka sanggup menjangkau setiap situs vital yang dimiliki Saudi.

Arab Saudi diharapkan untuk segera menghentikan blokadenya terhadap Yaman.

Pasca serangan, Menteri Energi Saudi Abdul Aziz bin Salman, Selasa (17/09), mengatakan bahwa pasokan minyak Aramco telah kembali ke kondisi semula. Kerusakan yang disebabkan oleh serangan teroris telah diperbaiki kembali dalam dua hari terakhir.

Dalam sebuah konferensi pers, Abdul Aziz mengatakan, "Masing-masing dari Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman memberikan kehormatan kepada saya untuk menyampaikan berita gembira kepada selurh warga dan pecinta negara ini, bahwa pasokan minyak telah kembali seperti sediakala.”

(T.HN/S: Skynewsarabia)

leave a reply
Posting terakhir