Akibat Demonstrasi, Pemerintah Irak Batasi Pergerakan Warga

Untuk menghindari terjadinya korban jiwa akibat demonstrasi yang sedang berlangsung di Irak, Pemerintah setempat imbau warga untuk tidak keluar rumah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,03 Oct 2019,02:01 PM

Baghdad, SPNA – Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi mengumumkan adanya larangan keluar rumah di Baghdad akibat demonstrasi yang sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Peraturan tersebut mulai berlaku sejak pukul 05:00 pagi hari ini, Kamis (03/10/2019) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kantor berita lokal Irak, Al-Iraqnews, melaporkan bahwa larangan melakukan perjalanan tersebut akan berlaku sampai ada pemberitahuan lanjutan.

Namun kebijakan itu dikecualikan untuk perjalanan dari dan ke bandara, mobil ambulans atau perjalanan darurat untuk pengobatan.

Juga dikecualikan untuk para buruh yang bekerja di rumah sakit, pembangkit listrik dan perusahaan air minum.

Sebelumnya, dari sebuah sumber keamanan Irak diketahui bahwa pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk mencegah demonstran yang ingin menyerbu bandara Baghdad.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa, "Pasukan keamanan Irak menembakkan gas air mata untuk mencegah para demonstran menyerbu bandara Baghdad, serta melintasi jembatan Republik yang mengarah ke Zona Hijau."

Demonstrasi sporadis telah berlangsung di sejumlah provinsi Irak, sejak Selasa malam. Unjuk rasa tersebut bertujuan menuntut reformasi dan perbaikan sistem pemerintahan untuk kesejahteraan rakyat.

(T.HN/S: Arabis. Sputniknews)

leave a reply
Posting terakhir
Turki batasi kebebasan berinternet warganya

Turki batasi kebebasan berinternet warganya

Freedom House, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, D.C, merilis laporan yang menyebutkan bahwa Turki terdaftar di antara negara-negara di mana kebebasan internet sangat dibatasi.