Israel Perpanjang Masa Penahanan Administrasi 2 Remaja Palestina

Kedua remaja tersebut adalah Nidal Amer (17) dan Hafeth Zyoud (17), yang sebelumnya telah menjalani Penahanan Administrasi masing-masing enam bulan dan empat bulan di penjara Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,03 Oct 2019,02:09 PM

Tepi Barat, SPNA - Komite Tahanan Palestina, Selasa (01/09/2019), melaporkan bahwa Pengadilan Israel mengeluarkan perintah Penahanan Administrasi yang sewenang-wenang, tanpa proses atau tuntutan pengadilan, terhadap dua remaja Palestina asal kota Jenin, utara Tepi Barat. Salah satu dari keduanya pernah menjalani penahanan selama enam bulan di bawah perintah serupa dan -seharusnya- dibebaskan dalam dua hari.

Dalam siaran pers, Komite mengatakan bahwa Nidal Amer (17) seharusnya dibebaskan dalam dua hari, setelah ia menjalani enam bulan masa Penahanan Administrasi. Namun mereka diberi tahu bahwa perintah lain telah dikeluarkan, yaitu perpanjangan penahanan selama enam bulan tanpa denda.

Adapun tahanan kedua, Hafeth Zyoud (17), diculik bulan lalu dan menjalani Penahanan Administrasi selama empat bulan.

Kedua remaja tersebut ditahan di Penjara Israel Majeddo dan hak-hak dasar mereka tidak terpenuhi, sehingga kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Dalam pernyataannya, Komite menuturkan bahwa penggunaan Penahanan Administrasi oleh Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak tahanan. Terutama, ungkap lembaga itu, "para tahanan tidak menghadapi dakwaan." Sehingga, "baik mereka maupun pengacara mereka tidak akan tahu alasan penahanan tersebut."

Komite juga menuturkan bahwa saat ini terdapat 500 orang yang ditahan dibawah perintah Penahanan Administrasi. Enam orang diantaranya saat melakukan aksi mogok makan di penjara Israel.

Tiga tahana adalah wanita. Mereka adalah Shorouq al-Badan, Alaa 'al-Basheer, serta Hiba al-Lubbadi -yang baru-baru ini dijatuhi perintah Penahanan Administratif selama lima bulan dan menghadapi kondisi yang sangat sulit di penjara al-Jalama.

Komite menyerukan perlunya tindakan serius dan segera terhadap pelanggaran Israel yang terus meningkat terhadap tahanan Palestina.

(T.RA/S: IMEMC)

leave a reply
Posting terakhir