Puluhan Warga Tewas dalam Demonstrasi di Baghdad

Demonstrasi di kota Baghdad semakin memanas. Puluhan warga dilaporkan tewas akibat bentrok dengan militer.

BY adminEdited Fri,04 Oct 2019,11:50 AM

Baghdad

Baghdad, SPNA – Mengutip dari laporan Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Irak,  jumlah warga yang tewas dalam aksi demonstrasi di Irak telah mencapai  31 orang, sementara jumlah yang terluka 1.188 orang, sesuai laporan Al-Arabiya pada hari Jumat (04/10/2019).

Sedangkan Situs Arabic.rt, Kamis (03/10/2019), mengkonfirmasi bahwa korban yang tewas berjumlah 19 orang. Sedangkan mereka yang cedera dan luka-luka berjumlah 1.041 orang.

Al-Arabiya memberitakan bahwa bentrokan dengan senjata terjadi antara demonstran dan pasukan keamanan di distrik Amel di barat daya Baghdad.

Polisi anti huru hara Irak menembakkan peluru tajam ke udara pada hari Kamis pagi (03/10/2019), untuk membubarkan puluhan demonstran yang menyalakan ban di Lapangan Tahrir.

Pada hari ketiga demonstrasi berdarah, pasukan keamanan terus berusaha menghalangi warga yang ingin bergabung dengan demonstran lainnya.

Selain itu, Dewan Anti-Korupsi Irak juga mengumumkan telah melakukan perubahan besar dalam pemerintahan dengan menskors sekitar seribu karyawan dengan tuduhan penggelapan dan pemborosan uang publik.

Gubernur Provinsi Wasit mengumumkan semua tahanan dari kalangan demonstran telah dibebaskan dan pelayanan Internet telah kembali hidup, meski belum sepenuhnya normal.

Dalam upaya membendung aksi masa agar tidak meluas, pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi layanan internet.

Sebelum subuh hari ini Jumat (04/10/2019), ledakan terdengar di zona hijau Baghdad yang dijaga ketat, tempat berdiri  kantor-kantor pemerintah dan kedutaan asing.

Aksi massa ini terbentuk melalui seruan lewat media sosial. Permintaan demonstran pun meningkat. Awalnya mereka hanya meminta perbaikan pemerintah demi kesejahteraan warga. Namun saat ini demonstran mengubah tuntutan dengan memaksa pembubaran pemerintah.

Dilaporkan sejauh ini belum ada partai politik yang bergabung. Hal yang mengisyaratkan bahwa demonstrasi tersebut mutlak berangkat dari keinginan warga.

(T.HN/S: Al-Arabiya)

leave a reply