Yunani Tuding Turki Manfaatkan Kasus Imigran Ilegal untuk Kepentingan Politik

Pemerintah Turki mendapat kritikan dari Yunani karena dianggap tidak berusaha membatasi gelombang imigran yang ingin menyeberang ke Benua Eropa.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,05 Oct 2019,02:17 PM

Athens, SPNA - Perdana Menteri Yunani menuduh Turki mengeksploitasi krisis migran di Eropa untuk kepentingan mereka sendiri. Ankara disebutkan jika bersedia sebenarnya mampu mengendalikan arus migran ke benua tersebut.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan kepada parlemen, "Turki harus memikul tanggung jawabnya."

"Turki memiliki kemampuan untuk mengontrol arus (migran) di Laut Aegean. Mereka mengeksploitasi masalah ini untuk tujuan geopolitiknya," tambahnya.

Aliran migran ke Yunani turun tajam setelah Uni Eropa dan Turki sepakat pada 2016 untuk menutup rute Aegean. Namun kini meningkat lagi pada Agustus dan September untuk mencatat level bulanan tertinggi dalam tiga tahun sejak kesepakatan tercapai.

Turki menampung 3,6 juta pengungsi Suriah dan mengancam akan "membuka pintu" kecuali Ankara mendapat dukungan internasional yang memadai untuk rencana pemukiman kembali satu juta pengungsi di Suriah utara.

Meningkatkan tekanan terhadap kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di Yunani mendorong pemerintah konservatif yang baru untuk mendeklarasikan kebijakan yang lebih keras untuk mengekang arus, termasuk prosedur perbatasan yang lebih ketat dan deportasi lebih banyak migran.

(T.HN/S: Skynewsarabia)

leave a reply