Satu Orang Meninggal dan Puluhan Lainnya Luka-luka dalam Unjuk Rasa di Perbatasan Gaza

Unjuk rasa The Great March pekan ke-77 di perbatasan Israel kembali merenggut nyawa. Seorang pemuda berusia 28 tahun meninggal dunia terkena peluru militer Israel. Selain itu Kemenkes juga mencatat puluhan warga lainnya luka-luka dan cedera.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,05 Oct 2019,02:18 PM

Gaza, SPNA -Satu orang meninggal dan puluhan warga lainnya luka-luka dalam unjuk rasa perbatasan, Jumat (04/09/2019) di Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan dalam laporang singkatnya bahwa seorang pemuda Palestina, Ala Hamdan (28 tahun) meninggal dunia ditembak militer Israel di timur Jabalia. Sedangkan warga yang cedera dan luka-luka, sampai jam tujuh sore Jumat, tercatat berjumlah 40 orang.

Media lokal Pelestina melaporkan, sebagaimana biasanya warga Gaza mulai memadati perbatasan seusai pelaksanaan shalat asar. Ribuan warga turun ke perbatasan menyuarakan hak mereka untuk kembali ke tanah yang telah dianeksasikan Israel.

Selain itu warga juga menuntut pembebasan wilayah Gaza dari blokade Israel. Blokade yang telah berlangsung selama 13 tahun menjadikan Gaza sebagai tempat yang tidak lagi layak dihuni oleh manusia, sesuai pernyataan Sekjen PBB, Antonio Guterres.

Unjuk rasa yang lebih dikenal dengan sebutan The Great March of Return ini pertama kali digelar pada 30 Maret 2018.

Unjuk rasa tersebut direspon keras oleh militer Israel. Akibatnya ratusan warga meninggal dan puluhan ribu lainnya luka-luka.

Sebagai balasan pejuang Palestina menembakkan dua roket ke permukiman Israel. Juru bicara militer Israel membenarkan dua serangan roket tersebut. Sirene tanda bahaya juga sempat aktif di salah satu permukiman Yahudi ilegal, Kissufim.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply
Posting terakhir