Gaza Dirikan “Return Park” di Sepanjang Pagar Pembatas Israel

Taman ini diharapkan bisa menghidupkan kembali semua area perbatasan, mulai dari Rafah hingga Beit Hanoun agar bisa diperoleh manfaat yang lebih besar dari kawasan ini.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,15 Oct 2019,01:36 PM

Gaza, SPNA - Panitia The Great Return March mendirikan sebuah taman di sebelah timur kota Gaza. Langkah ini adalah upaya untuk mendorong  masyarakat memanfaatkan area di dekat pagar perbatasan Gaza

Taman, yang berlokasi di dekat pagar pembatas antara Gaza dan Israel, dibangun di atas area yang dianggap “tidak layak huni” karena banyaknya pelanggaran Israel di area itu. Taman yang diberi nama  “Return Park” ini menyediakan area bermain untuk anak-anak, Ibrahim Musallam, koordinator media komite tersebut menuturkan, “Pendudukan telah membunuh kehidupan di zona penyangga, jadi kami menghidupkan kembali tanah di area itu dengan harapan masyarakat mengunjunginya tanpa merasa takut akan terbunuh. Taman ini berjarak 700 meter dari pagar pembatas.”

Sebelumnya, “kawasan itu digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun sekarang, tempat ini akan menjadi kawasan yang dipenuhi kegembiraan. Kami berharap bisa menghidupkan kembali semua area perbatasan, mulai dari Rafah hingga Beit Hanoun agar bisa diperoleh manfaat yang lebih besar dari kawasan ini,” tambahnya.

Return Park adalah satu bagian dari lima proyek yang direncanakan di sepanjang perbatasan Gaza. Komisi tertinggi The Great March Return Khaled Al Batsh menjelaskan, proyek ini membuktikan bahwa aksi damai akan terus berlanjut hingga tujuan mereka tercapai. Lapangan sepak bola dan bola voli juga akan disediakan guna meningkatkan proyek-proyek damai yang menyangkal propaganda Israel bahwa warga Palestina di kawasan itu adalah ‘teroris.’

Israel telah membunuh setidaknya 310 warga Palestina di Gaza dan melukai lebih dari 10.000 orang sejak di mulainya aksi The Great March Return pada 30 Maret 2019. 

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir