Kisruh Bendungan renaissance, Palestina Tegaskan Dukungan Negosiasi Damai Mesir dan Ethiopia

Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan  dukungan penuh terhadap Pemerintah Republik Arab Mesir untuk melakukan perundingan damai dengan Ethiopia terkait kisruh Bendungan Raksasa Ethiopia sesuai prinsip hukum internasional yang adil.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,24 Oct 2019,12:36 PM

Ramallah, SPNA - Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan  dukungan penuh terhadap Pemerintah Republik Arab Mesir untuk melakukan perundingan damai dengan Ethiopia terkait kisruh Bendungan Raksasa Ethiopia sesuai prinsip hukum internasional yang adil.

Kemenlu Palestina dalam konferensi pers, (24/10/2019), mengatakan bahwa Palestina mendukung Republik Arab Mesir, untuk menyelesaikan sengketa bendungan Ethiopia di meja perundingan jauh dari agresi militer.

“Kami berharap tercapainya kesepakatan hukum yang mengikat dan komprehensif dengan mempertimbangkan kepentingan tiga negara bersaudara,  Mesir, Ethiopia dan Sudan,’’ Maannews melaporkan.

Selasa lalu PM Ethiopia Aby Ahmed, menyatakan akan mengerahkan 1 juta pasukan  untuk berperang demi melindungi bendungan renaissance.

Abiy menegaskan bahwa negaranya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek raksasa yang merupakan peninggalan pendahulunya. “Ini merupakan proyek luar biasa. Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan Etiopia untuk menyelesaikan bendungannya.”

 

Sampai saat ini pembicaraan antara Etiopia dan Mesir terkait proyek seharga 5 miliar dolar Amerika itu, belum menemukan titik temu. Bendungan tersebut akan menjadi yang terbesar di Afrika jika sengketa dengan Mesir berhasil dilalui.

 

Pembangunan bendungan An-Nahdhah Etiopia membuat Mesir khawatir terhadap pengurasan air Sungai Nil secara berlebihan yang merupakan satu-satunya sumber air di negara tersebut.

 

Sejmlah medis Mesir menyebutkan bahwa proyek Etiopia telah mengancam keamanan nasional Mesir yang perlu diselesaikan dengan agresi militer.

 

Dilansir dari situs Maannews, Kementerian Luar Negeri Mesir sangat menyayangkan pernyataan Abiy yang disampaikan di depan parlemen Etiopia tersebut. Mesir menilai Presiden Etiopia salah bersikap dalam menanggapi konflik besar yang sedang berkecamuk antara kedua negara.

 

Menurut pengakuan Kemenlu, Mesir tidak pernah berpikir untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan jalur kekuatan atau militer. Negosiasi merupakan solusi yang seharusnya menjadi jalan keluar dari kisruh yang ada.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir