Gantz Terima Mandat untuk Coba Membentuk Pemerintahan Israel

Pemimpin partai Biru dan Putih, Benny Gantz, akan memiliki masa 28 hari untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Presiden Reuven Rivlin yaitu mencoba membentuk pemerintahan Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,24 Oct 2019,02:38 PM

Tel Aviv, SPNA - Saingan Benyamin Netanyahu dalam Pemilihan Israel, Benny Gantz, menerima mandat resmi pada hari Rabu (23/10/2019) untuk mencoba membentuk pemerintahan Israel. Meski demikian, tidaklah mudah untuk mengakhiri kekuasaan lama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Reuters mewartakan.

Setelah pemilihan pada bulan April dan September, pencalonan Gantz menandai pertama kalinya sejak 2008 bahwa seseorang selain Netanyahu (70), telah diminta oleh presiden Israel untuk membangun koalisi.

Kepala partai Biru dan Putih tersebut akan memiliki masa 28 hari untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Presiden Reuven Rivlin dalam sebuah upacara yang disiarkan melalui televisi. Jika ini gagal, maka bisa mengarah pada pemilihan baru, artinya untuk yang ketiga kalinya dalam setahun.

"Semua orang mengharapkan kita untuk mengakhiri kekacauan politik," kata Gantz, menerima.

Rivlin memberi Netanyahu kesempatan untuk membentuk pemerintahan terlebih dahulu. Tetapi perdana menteri, yang memimpin partai sayap kanan Likud, mengatakan pada hari Senin bahwa ia mengabaikan upaya itu. Segera ini membuka jalan bagi Gantz, saingan terkuatnya.

Mengganti Netanyahu yang telah menjabat satu dekade terbukti sulit tanpa pergeseran aliansi politik yang signifikan.

Gantz (60), sejauh ini menolak tawaran Netanyahu untuk membawa Biru dan Putih bergabung dengan Likud dalam pemerintahan "persatuan nasional", mengutip dakwaan terhadap perdana menteri dalam tiga kasus korupsi. Netanyahu membantah tuduhan itu.

Gantz, yang mengepalai militer Israel dari 2011 hingga 2015, memiliki dukungan hanya 54 anggota parlemen. Ia menolak keras termasuk partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks - beberapa sekutu tradisional Netanyahu - untuk bergabung dalam pemerintahannya.

Dalam pidato penerimaan mandat, Gantz berbicara tentang "rekonsiliasi nasional" tetapi juga menggambarkan pemerintahan masa depan dengan mengecualikan ultra-Ortodoks.

"Saya berjanji untuk mendirikan pemerintahan persatuan liberal, dan itu, saya bermaksud melakukannya," katanya, menggunakan singkatan politik untuk pemerintahan yang mengejar agenda sekuler, seperti pembukaan bisnis yang lebih luas pada Sabat Yahudi.

Perbedaan juga muncul dalam pembicaraan koalisi mengenai usulan Rivlin untuk jabatan perdana menteri yang bergilir, termasuk kemungkinan cuti untuk Netanyahu jika ia diminta.

Negosiator Biru Putih dan Likud direncanakan bertemu lagi pada hari Kamis. Dalam sebuah pernyataan, Likud mengulangi seruannya untuk pemerintahan koalisi yang luas, termasuk memasukkan ultra-Ortodoks.

Netanyahu tetap menjadi perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru didirikan. Ia telah menjadi perdana menteri secara berturut-turut sejak 2009, setelah masa jabatan pertama dari 1996 hingga 1999, yang menjadikannya pemimpin terlama di Israel.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir