LSM Waed Perjuangkan Nasib Tahanan Mogok Makan di Penjara Israel

Kondisi kesehatan para tahanan administratif di penjara Israel semakin memprihatinkan. Ini mendorong LSM Waed untuk mengadakan konferensi pers mengajak semua pihak agar menekan Israel untuk memenuhi tuntutan para tahanan.

BY 4adminEdited Fri,25 Oct 2019,12:33 PM

Gaza

Gaza, SPNA – Lembaga Swadaya Masyarakat di Gaza, Waed, Rabu (23/10/2019), mengadakan jumpa pers bertujuan mengekspos kondisi kesehatan para tahanan yang melakukan mogok makan di penjara Israel.

Kepada pers, Abdullah Kandil, Direktur Waed, mengatakan, "hari ini kita menyaksikan kejahatan tiada henti terhadap tahanan Palestina di penjara Israel." Menurutnya, mereka adalah pahlawan Palestina yang berada di garda terdepan.

Diamnya berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, menjadikan Israel semakin berkuasa melakukan kekejamannya.

Dalam konteks ini, Kandil menjelaskan memang terdapat dukungan yang cukup baik dari masyarakat melalui demonstrasi dan aksi solidaritas. Namun itu belum cukup. Dibutuhkan tekanan yang lebih kuat dan resmi, yang dalam hal ini dapat dilakukan oleh Pemerintah Palestina, di Tepi Barat.

Waed menyayangkan sikap Bulan Sabit Merah Palestina dan lembaga internasional lainnya yang katanya fokus memikirkan nasib para tahanan, namun hanya diam dalam kondisi genting seperti ini.

Perlu diketahui terdapat enam tahanan yang saat ini sedang melakukan mogok makan. Keputusan ini merupakan satu-satu jalur menentang penahanan administratif Israel.

Keenam tahanan tersebut adalah Ahmad Ghannam (mogok makan selama 102 hari), Ismail Ali (92 hari), Thariq Qa’dan (85 hari), Mus’ab Al-Hindiy (30 hari), Hibat Al-Lubdi (30 hari) dan Ahmad Zahran (26 hari).

Penahanan Administratif adalah penangkapan yang dilakukan Israel tanpa alasan yang jelas dan tanpa proses sidang di pengadilan. Pihak Zionis juga berhak menambah masa tahanan dengan dalih bahwa proses penyelidikan belum selesai.

(T.HN/SPNA/Nuruddin Jamal Al-Harrani)

leave a reply