Tuntut Reformasi, 40 Demonstran di Irak Meninggal Dunia

Unjuk rasa di Irak kembali menelan korban dalam jumlah besar. Sebanyak 40 pengunjuk rasa dilaporkan meninggal dunia dalam konfrontasi terakhir di Baghdad.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,26 Oct 2019,01:15 PM

Baghdad, SPNA – Pihak keamanan Irak melaporkan, tidak kurang dari 40 demonstran meninggal dunia, Jumat (25/10/2019), dalam lanjutan unjuk rasa di Baghdad. Hal tersebut terjadi saat militer menembakkan as air mata dan serangan yang dilakukan oleh kelompok Syiah bersenjata, demi membendung gelombang demonstran.

Seorang petugas intelijen dan satu anggota lainnya dari kelompok Syiah yang menamakan diri sebagai gerakan “Perlawanan Islam Pejuang kebenaran, dilaporkan juga tewas dalam konfrontasi dengan demonstran.

Dikutip dari Pihak Kesehatan dan Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia, lebih dari 200 warga mengalami luka-luka, semenjak unjuk rasa pertama kali dikumandangkan awal Oktober.

Protes warga yang telah menelan banyak korban tersebut bermula dari ketidakpuasan atas kinerja pemerintah. Pemerintah yang dipandang tidak berhasil memperbaiki dan mengangkat ekonomi serta memperbaiki pelayanan masyarakat.

Seorang demonstran, Muhammad (16), yang menutup wajahnya untuk menghindari gas air mata, saat diwawancara oleh wartawan Reuters mengatakan, “Permintaan kami empat,…Pekerjaan, air, listrik dan keamanan.”

Bentrokan Jumat kemarin merupakan yang terbesar selama sebulan terakhir. Dalam bentrokan sebelumnya, 157 orang dilaporkan meninggal dan 6000 lainnya luka-luka dan cedera.

(T.HN/S: Reuters)

leave a reply
Posting terakhir