Menlu Swedia: Gerakan Boikot Israel Legal dan Tidak Anti-Semit

Menteri luar negeri Swedia, Ann Linde, mengatakan BDS adalah gerakan yang sah. Menurutnya, Pemerintah Swedia tidak melihat kesamaan antara BDS dan kelompok  “anti-Semit”.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,29 Oct 2019,12:09 PM

Stockholm, SPNA - Menteri luar negeri Swedia, Ann Linde, mengatakan BDS adalah gerakan yang sah. Menurutnya, Pemerintah Swedia tidak melihat kesamaan antara BDS dan kelompok  “anti-Semit”.

Linde melalui  pidato sidang Parlemen Swedia, Senin (28/10/2010) menegaskan: “Pemerintah Swedia tidak mendukung boikot Israel, namun kami percaya  dengan sikap BDS atas tragedi di Palestina.

“Swedia dan Uni Eropa mendukung organisasi masyarakat sipil yang mendukung demokrasi serta  hak asasi manusia melalui berbagai cara baik di Israel atau Palestina, tambahnya.

Linde juga percaya bahwa BDS  adalah alat politik yang sah dalam memperjuangan hak dan anti kekerasan serta mendukung  hak asasi manusia, demokrasi serta kebebasan berekspresi.

Dia juga menyatakan dukungan terhadap organisasi yang kritis terhadap pendudukan Israel.

Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) adalah gerakan global yang bertujuan menekan Israel dari segi ekonomi dan politik agar mengakhiri pendudukan dan kolonisasi terhadap Palestina serta mendukung kesetaraan hak warga Arab-Palestina di Israel, dan menghormati hak pulang pengungsi Palestina ke tanah air. 

Gerakan mulai mengkampanyekan visinya pada tanggal 9 Juli 2005 oleh 171 lembaga swadaya masyarakat Palestina.

Mereka menyerukan dunia internasional untuk melakukan boikot, divestasi, terhadap Israel sampai mereka memenuhi kewajibannya sesuai hukum internasional.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply