Dua Muslim Terluka dalam Penembakan di Sebuah Masjid di Perancis

Aksi penembakan di salah satu Masjid di Perancis melukai dua warga muslim. Presiden Macron menegaskan bahwa negaranya memberikan perlindungan penuh untuk warga muslim dan akan menghukum setiap pelaku kriminal.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,30 Oct 2019,11:40 AM

Bayonne, SPNA – Sebuah penembakan yang berlangsung di depan sebuah masjid di Bayonne, sebuah kota di Barat Daya Perancis, Senin (28/10/2019), melukai dua warga muslim. Kepolisian Perancis melaporkan pelaku telah berhasil di tangkap dan sedang diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Beberapa saat pasca kejadian, Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyampaikan kecaman keras terhadap pelaku penembakan. “Republik ini tidak akan pernah mentolerir setiap kebencian. Saya akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melindungi warga muslim dan menghukum setiap pelaku kejahatan.“

Dalam laporan kepolisian disebutkan, pelaku melakukan aksinya pada jam 15:20 waktu setempat. Ia berusaha membakar masjid dengan menggunakan bom Molotov. Tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh dua penjaga masjid yang keluar saat melihat kobaran api. Karena gugup pelaku langsung mengeluarkan senapan dan menembaki dua penjaga tersebut.

Kedua korban berumur 74 dan 78 tahun telah dilarikan ke rumah Bayyone untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sumber tepercaya menyebutkan pelaku bernama Claude Sinke (84). Ia merupakan salah satu kandidat kepala daerah dari salah satu partai sayap kanan ekstrem Perancis, pada tahun 2015. Pihak partai mengatakan bahwa aksi Calude sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai dasar partai.

(T.HN/S: Amp.France24)

leave a reply