PLO: Israel Menjadi Penghambat Utama Pemilu Palestina

Sekretaris Jenderal Front Perjuangan, Organisasi Pembebasan Palestina Ahmed Majdalani mengatakan bahwa pendudukan Israel menjadi masalah utama dalam pelaksanaan  pemilu di Palestina.  “Pemilu akan memperkuat sistem politik Palestina, namun Israel tidak menginginkan hal ini. Mereka akan berupaya merusak sistem dengan mencegah terlaksananya pemilu di kota suci Al-Quds.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,31 Oct 2019,11:37 AM

Ramallah, SPNA - Sekretaris Jenderal Front Perjuangan, Organisasi Pembebasan Palestina Ahmed Majdalani mengatakan bahwa pendudukan Israel menjadi masalah utama dalam pelaksanaan  pemilu di Palestina.

 

“Pemilu akan memperkuat sistem politik Palestina, namun Israel tidak menginginkan hal ini. Mereka akan berupaya merusak sistem dengan mencegah terlaksananya pemilu di kota suci Al-Quds.

Hal ini disampaikan Majdalani dalam sambutan delegasi politik Australia yang dipimpin oleh mantan Wakil Perdana Menteri Wayne Swan, dan Duta Besar Australia untuk Palestina, Mark Bailey di Ramallah, Rabu (30/102/019). 

Menurutnya,  Kebijakan Presiden AS Donald Trump tidak mendukung perdamaian di Timur Tengah, sebaliknya justru mendorong Pemerintah Israel melanggar perjanjian yang telah ditandatangani.

Dengan ini,  Amerika Serikat yang sebelumnya memainkan peran sebagai mediator perjanjain damai, kini berubah menjadi pendukung pendudukan Israel.

“Kami menghadapi situasi politik yang sangat sulit,  karena politik yang beku dan sanksi  yang dijatuhkan Gedung Putih dan Israel.”

Majdalani menekankan bahwa perdamaian hanya dapat diwujudkan jika sesuai hukum internasional, mendirikan negara  Palestina dengan Al-Quds sebagai ibukotanya.

Sayangnya, Trump terus berupaya memaksakan solusi sepihak yang tidak hanya ditolak oleh rakyat Palestina, namun seluruh negara yang mendukung solusi dua negara dan keamanan di Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut  Delegasi Australia juga menyatakan dukungannya terhadap  opsi perdamaian sesuai dengan resolusi PBB.

(T.RS/S:Youm7)

leave a reply