Hampir 180 Ribu Yahudi Asing Mendarat di Israel Sejak 2012

Surat kabar Israel Yediot Ahronot melansir bahwa sejak 2012, sebanyak 179.849 imigran Yahudi asing telah tiba di Israel.   Mereka berasal dari Iran, Qatar, Afganistan, Libya, Bhutan, bahkan dari Kerajaan Brunei.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,06 Nov 2019,10:03 AM

Tel Aviv, SPNA – Badan Imigrasi  Israel melaporkan bahwa hampir 180.000 Yahudi dari seluruh dunia telah berimigrasi ke Israel selama 8 tahun terakhir.

Surat kabar Israel Yediot Ahronot melansir bahwa sejak 2012, sebanyak 179.849 imigran Yahudi asing telah tiba di Israel.   Mereka berasal dari Iran, Qatar, Afganistan, Libya, Bhutan, bahkan dari Kerajaan Brunei.

Selama 8 tahun terakhir, 360 Yahudi dari Iran tiba di Israel, 432 lainnya dari Maroko, 280 dari Kuba, 160 dari Tunisia, 119 dari Yaman, 72 dari Cina, 3 dari Pakistan, 2 dari Aljazair.

Sementara itu, negara yang paling banyak menyumbang Yahudi asing ke Israel sejak 2012 adalah Rusia,  dengan jumlah 52.377 jiwa, disusul  Ukraina 37,958  kemudian Perancis yaitu 28.676 jiwa.

18.272 imigran berasal dari Amerika Serikat, 4.342 imigran dari Ethiopia, diikuti oleh Belarus dengan 4.258, Inggris dengan 3.875 dan Brasil dengan 3.160 jiwa.

 

Emigrasi orang Yahudi dari negara-negara Arab ke wilayah Israel telah dimulai sejak Israel mendeklarasi pembentukan negara Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki tahun 1948 melaui undang-undang “Law of Return”.

 

Pemerintah Israel bergantung dengan imigran Yahudi agar dapat terus bercokol di Palestina serta untuk mengimbangi populasi Arab dan muslim. Namun jumlah warga Yahudi yang bertandang ke Israel turun drastis akibat situasi keamanan disana.

Sebelumnya Biro Pusat Statistik Israel melaporkan bahwa jumlah Yahudi yang tiba di Palestina berdasarkan “Law of Return tahun’’, mencapai 3,2 juta jiwa sejak tragedi Palestina 1948.

 

Lembaga tersebut menambahkan bahwa 43% warga Yahudi telah berimigrasi ke wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1990.

 

Hingga saat ini jumlah penduduk Israel mencapai 8,9 juta jiwa berdasarkan laporan statistik terakhir, termasuk mereka yang tinggal di Al-Quds dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

 

Tahun 1950 Tel Aviv menetapkan Law of Return atau Undang-Undang Kepulangan yang memberikan sarana bagi seluruh Yahudi di seluruh dunia untuk tinggal dan mendapatkan kewarganegaraan Israel.

 

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir