Al-Azhar Mesir Mengutuk Keputusan AS tentang Permukiman Ilegal Israel

Lembaga agama Islam tertinggi di Mesir ini memperingatkan akan "dampak serius dari keputusan AS ini."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,21 Nov 2019,12:12 PM

Kairo, SPNA - Pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tentang pemukiman ilegal Israel adalah "serangan yang nyata terhadap hak-hak negara Palestina," ungkap pihak Al-Azhar Mesir, Rabu (20/11/2019). Mereka menambahkan pula bahwa keputusan AS ini "benar-benar tidak konsisten dengan ketentuan hukum internasional dan Piagam PBB yang mengakui ilegalitas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki."

Lembaga agama Islam tertinggi di Mesir itu memperingatkan akan "dampak serius dari keputusan AS ini." Mereka menunjukkan bahwa keputusan tersebut memberi "lampu hijau bagi entitas Zionis untuk membangun lebih banyak permukiman dan melanjutkan pelanggaran dan kejahatannya terhadap negara Palestina yang diduduki."

Lembaga Islam tersebut komunitas internasional "untuk menghormati negara-negara Arab dan Islam, lembaga-lembaga hak asasi manusia ... serta resolusi legitimasi internasional yang telah berulang kali menekankan mengenai ilegalitas permukiman Israel."

Pada hari Senin, Pompeo mengatakan bahwa Washington mendukung hak Israel untuk membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Pengumuman tersebut - yang dikutuk oleh Palestina, pemerintah Arab dan Uni Eropa (UE) - menandai contoh utama ketiga di mana pemerintah AS telah memihak Israel dan melawan hukum internasional, bahkan sebelum mengungkap rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama tertunda.

Pada 2017, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pada 2018 Washington secara resmi membuka kedutaan di kota itu. Dan pada bulan Maret tahun ini, Trump mengakui aneksasi Dataran Tinggi Golan oleh Israel.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir