Pemerintah Israel berencana Tingkatkan Ekspor Senjata pada Tahun 2020

Tel Aviv, SPNA - Pemerintah Israel berniat meningkatkan volume ekspor pertahanan Israel, lapor Globes melaporkan, yang telah ...

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,28 Nov 2019,11:48 AM

Tel Aviv, SPNA - Pemerintah Israel berniat meningkatkan volume ekspor pertahanan Israel, lapor Globes melaporkan, yang telah mengungkapkan poin-poin utama dari rencana tersebut untuk pertama kalinya.

Proyek ini, yang diawasi oleh Direktorat Kerjasama Internasional Pertahanan Internasional (SIBAT) yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal (Res.) Yair Kulas, akan mulai diluncurkan pada awal 2020.

Menurut Globes, rencana itu didasarkan pada "seminar yang terfokus pada komandan senior di pasukan asing." Bantuan militer Israel ini bertujuan untuk "mempromosikan penjualan senjata Israel," dan "mensubsidi perusahaan pertahanan kecil dan menengah yang berusaha menjual senjata di seluruh dunia."

Berbicara minggu ini, Kulas mengatakan bahwa SIBAT mendukung perluasan besar kesepakatan antar negara, menghasilkan kesepakatan yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan pertahanan besar, terutama Sistem Elbit, Industri Penerbangan Israel (IAI) dan Sistem Pertahanan Canggih Rafael.

Seperti yang dilaporkan oleh Globes, ekspor pertahanan Israel berjumlah $ 7,5 miliar pada 2018. Sebanyak 46 persen di antaranya ke Asia, 26 persen ke negara-negara Eropa, 20 persen ke Amerika Utara, enam persen ke Amerika Latin, dan dua persen ke Afrika.

Fokus baru termasuk "negara-negara Asia di mana hubungan Israel sampai sekarang disimpan di profil media yang rendah", meskipun nama negara-negara tersebut belum disebutkan secara publik.

"Sebagai kebijakan," Globes menjelaskan, "Kementerian Pertahanan tidak mengungkapkan nama negara tempat senjata dari Israel diekspor."

Selain itu, laporan itu menambahkan, Kementerian Pertahanan "akan memberikan perhatian terbesar di tahun-tahun mendatang" sehubungan dengan ekspor senjata ke negara-negara Eropa.

Sebuah pemetaan yang dilakukan oleh kementerian dalam beberapa bulan terakhir mengutip 41 negara di seluruh dunia yang dianggap sebagai target penting bagi perusahaan senjata Israel, dengan setengah dari negara-negara target di Eropa.

Salah satu negara yang dikutip oleh Globes adalah Finlandia, yang diyakini sebagai salah satu target industri senjata Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, Helsinki membeli drone dari perusahaan Israel Aeronautics, dan juga "menandatangani kesepakatan lebih dari € 190 juta ($ 209 juta) untuk pembelian misil Gabriel dari IAI."

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir