Gaza Butuh 280 Juta Dolar untuk Rekonstruksi Bangunan yang Hancur dalam Perang 2014

Rekonstruksi rumah-rumah yang hancur dalam serangan Israel pada 2014 adalah masalah kemanusiaan, etika dan hukum.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,01 Jan 2020,11:53 AM

Gaza, SPNA - Gaza masih membutuhkan sebesar 280 juta dolar untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur dalam serangan Israel tahun 2014 di daerah kantong itu, kata ketua Komite Umum anti-Blokade Israel di Gaza, Jamal Al-Khodari, Selasa (30/12/2019).

Dalam pernyataannya yang dikutip Kantor Berita Safa, Al-Khodari mengatakan bahwa rekonstruksi rumah-rumah ini adalah "masalah kemanusiaan, etika dan hukum", mengingat baik perempuan, anak-anak maupun laki-laki yang dulu tinggal di rumah-rumah tersebut "sekarang kehilangan tempat tinggal."

Dia pun menyeru faksi-faksi Palestina, pemerintah dan semua pihak untuk bekerja keras guna menyelesaikan masalah ini. Terlebih, masalah ini semakin pelik dengan adanya blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

"Semua warga Palestina harus membawa masalah ini langsung ke para donor guna memperoleh solusi," kata Al-Khodari. Dia menambahkan, "Memecahkannya berarti mengakhiri penderitaan ratusan warga tunawisma."

Sementara itu, ia meminta para donor yang telah berjanji saat Konferensi Kairo dalam beberapa bulan setelah serangan Israel - yang dijuluki "Operation Protective Edge" - untuk menindaklanjuti janji-janji mereka.

Al-Khodari mengatakan bahwa 2019 adalah tahun paling buruk sejak dimulainya blokade Israel di Gaza, dan menekankan bahwa "kehidupan tidak mungkin terjadi pada tahun 2020" jika blokade Israel masih berlanjut.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir