Meski akses diperketat, 30 ribu warga Palestina berhasil laksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Untuk melindungi Al-Aqsa dari klaim kepemilikan Israel, puluhan ribu warga Palestina berbondonng-bondong melakukan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,11 Jan 2020,10:18 AM

Tepi Barat, SPNA - Meski akses menuju Masjid Al-Aqsa diperketat oleh militer Israel, puluhan ribu warga Palestina berhasil melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

Badan Wakaf Palestina di Yerusalem mengatakan bahwa terdapat sekitar 30 ribu jemaah yang menunaikan shalat Jumat kemarin di Al-Aqsa, Jumat (10/01).

Mereka adalah warga lokal Palestina yang datang dari berbagai penjuru Tepi Barat, juga wisatawan asing berasal dari negara arab tetangga.

Gelombang jemaah tersebut berlangsung dalam rangka melindungi Al-Aqsa dari klaim kepemilikan Israel.

Sebelumnya, Militer Israel, Selasa (07/01) sore, melakukan pemukulan dan pengusiran terhadap jemaah Masjid Al-Aqsa yang sedang melaksanakan shalat Isya.

Sumber lokal menyebutkan bahwa militer Israel memukul dan mengusir warga yang sedang melakukan shalat Isya di dekat pintu Ar-Rahmah, salah satu pintu menuju Masjid Al-Aqsa. Dua warga juga dilaporkan menjadi korban penangkapan.

Selain itu, militer zionis juga menghalau para jemaah yang ingin masuk ke Al-Aqsa melalui pintu Al-Hittah.

Media lokal Palestina, Qudspress melaporkan bahwa organisasi Yahudi Kuil Sulaiman, Senin (06/01), mengajak warga Israel untuk mendatangi Al-Aqsa pada hari ini (Selasa, 07/01), dalam rangka merayakan salah hari besar dalam sejarah Kuil Sulaiman. Pemukulan jemaah dan pengusiran tentunya mempunyai kaitan erat dengan ajakan itu.

Kunjungan Yahudi ke Masjid nomor tiga paling mulia dalam Islam itu, semakin padat sejak tahun 2003. Tahun dimana pemerintah Israel mulai membuka gerbang Al-Aqsa bagi warganya setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.

 (T.HN/S: Ramallah)

leave a reply