Karena Masalah Transportasi, Israel Cegah Bersekolah 18.000 Siswa Arab di Negev

Kementerian Pendidikan Israel tidak membayarkan biaya transportasi kepada dewan kota, sebagaimana yang disepakati, sehingga para siswa tersebut tidak terhalang untuk bersekolah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,14 Jan 2020,12:29 PM

Negev, SPNA - Sekitar 18,000 siswa Arab Palestina dari desa-desa "tidak dikenal" di Israel, telah dicegah untuk kembali ke sekolah karena masalah pembayaran transportasi antara Dewan Kota Al-Qasyoom di Negev dan Kementerian Pendidikan Israel, Arab48 melaporkan pada hari Minggu (12/01/2020).

Pada awal tahun ajaran ini, dewan dan kementerian menyetujui bahwa pemerintah Israel akan membayar biaya transportasi sekolah untuk siswa Arab yang tinggal di desa-desa.

Akan tetapi, kementerian belum memenuhi janjinya dan belum membayar biaya yang disepakati kepada dewan.

Desa-desa tersebut tidak diakui oleh pemerintah Israel, dan tidak memperoleh pasokan listrik, limbah dan air bersih.

"Kementerian tidak mentrasnfer sepeser pun untuk biaya transportasi para siswa," tutur Dewan Kota Al-Qasyoom, Salama Al-Atrash.

Pemeriksaan terkait hal ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari Minggu sore di Pengadilan Beer Sheva Magistrates, tetapi tidak ada rincian yang dilaporkan.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir