Warga Cina korban virus corona menjadi 56 orang

Jumlah warga Cina yang meninggal akibat virus corona dilaporkan telah meninggkat menjadi 56 orang.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,26 Jan 2020,11:04 AM

 Wuhan, SPNA - Cina mengkonfirmasi bahwa 1975 orang dipastikan telah terjangkit virus corona per  25 Januari, sementara jumlah kematian meningkat menjadi 56 orang, menurut media resmi.

"Menjelang tengah malam 25 Januari, 1975 kasus virus corona baru telah didaftarkan di 30 wilayah di seluruh negeri, termasuk 324 kasus serius, dan menyebabkan 56 kematian," kata Komisi Kesehatan Nasional dalam sebuah pernyataan.

Surat kabar lokal, Global Times, hari ini Minggu (26/01), mengatakan, korban tewas akibat virus Corona telah meningkat menjadi 54 orang, serta terdapat 300 kasus infeksi terbaru.

Menurut surat kabar itu, 13 orang di Provinsi Hubei, Cina meninggal akibat virus corona yang muncul.

Komite Kesehatan Nasional Cina mengkonfirmasi, pada hari Sabtu (25/01), bahwa jumlah kasus baru virus corona di negara ini telah meningkat menjadi 1287, sementara kematian mencapai 41 kasus.

Presiden Cina Xi Jinping menekankan bahwa virus Coruna telah menyebar dengan sangat cepat, dan negaranya sedang menghadapi "situasi berbahaya."

Media resmi Cina menyatakan bahwa semua agen pariwisata berencana membatalkan beberapa rencana perjalanan, serta menutup loket penjualan tiket pesawat serta pemesanan hotel.

Media juga melaporkan bahwa pihak berwenang telah memberlakukan pembatasan masuk dan keluarnya kendaraan ke pusat Wuhan, pusat terjangkitnya wabah mematikan tersebut.

Pada hari Jumat, Cina mengintensifkan upaya untuk menahan penyebaran virus corona. Setidaknya mereka telah mengisolasi lebih dari 40 juta orang, serta membatalkan beberapa even keramaian yang dijadwalkan untuk hari Sabtu, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Sejumlah tempat liburan yang biasa ramai dikunjungi warga juga ditutup.

Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan virus corona sebagai sekelompok virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah.

Gejala umum infeksi meliputi gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan sulit bernapas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan pertemuan pada Rabu (22/01) lalu pasca mengetahui pengumuman  Otoritas Kesehatan Nasional China, untuk menentukan apakah keadaan darurat kesehatan global harus diumumkan.

(T.HN/S: Arabic,Sputniknews)

leave a reply