Komite Perempuan Fatah adakan unjuk rasa menentang penistaan Masjid Al-Aqsa

Dukungan untuk Al-Aqsa turut dikumandangkan Komite Perempuan Fatah. Isolasi terhadap khatib Masjid Al-Aqsa telah memancing kemarahan warga Palestina dari berbagai wilayah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,27 Jan 2020,11:40 AM

Gaza, SPNA – Komite Perempuan dari gerakan Fatah mengadakan unjuk rasa menentang penistaan yang dilakukan Yahudi ilegal terhadap Masjid Al-Aqsa. Acara yang bertajuk dukungan untuk Al-Aqsa tersebut berlangsung di depan Syuwa Tower, di pusat Kota Gaza, Minggu (26/01/2020).

Juru Bicara Komite Perempuan Fatah, Nasirin Radhi, mengatakan bahwa penistaan Yahudi Israel terhadap Masjid Al-Aqsa masih terus berlanjut. Ia meminta pejuang Palestina dan juga warga untuk memperluas aksi penolakan terhadap kebijakan pemerintah Israel.

Menurutnya kejahatan yang dilakukan Israel tidak lepas dari dukungan Amerika yang berada di belakang mereka. Juga disebabkan oleh diamnya para pemimpin negara-negara Islam.

Militer Israel, Minggu (19/01), menyerahkan surat perintah  isolasi untuk Syekh Ikrimah Shabri, Imam sekaligus khatib Masjid Al-Aqsa. Ia dituduh memanasi warga untuk melakukan perlawanan terhadap militer Israel.

Ia mengatakan, "Israel terus berusaha melakukan segala cara demi menguasai Masjid Al-Aqsa."

Sejak pertama kali menjadi khatib Masjid Al-Aqsa tahun 1973, atau 47 tahun lalu, ia melihat bahwa Israel terus berusaha menjauhkan umat muslim Palestina dari Al-Aqsa.

Syekh Ikrimah diperintahkan untuk kembali mendatangi pos polisi Israel pada Sabtu (25/01) kemarin, guna mendengarkan keputusan selanjutnya.

Sabtu dua hari lalu, Militer Israel telah mendatangi rumahnya untuk menyerahkan keputusan isolasi yang telah ditambah menjadi empat bulan. Syekh Ikrimah sendiri sudah memprediksikan sebelumnya, dirinya yakin bahwa masa isolasi pasti akan diperpanjang, sebagaimana kebiasaan militer zionis.

Kunjungan Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, semakin padat sejak tahun 2003. Tahun dimana pemerintah Israel mulai membuka gerbang Al-Aqsa bagi warganya setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.

Departemen Wakaf Yerusalem yang bertugas mengurus Masjid Al-Aqsa sudah berulang kali meminta Israel untuk tidak mengizinkan warga Yahudi masuk ke Al-Aqsa. Namun permintaan seperti itu tidak pernah digubris.

(T.HN)

Nuruddin Jamal Al-Harrazin

leave a reply
Posting terakhir