Empat dokter Israel bunuh diri karena tekanan jiwa

Tekanan jiwa menjadi alasan empat dokter di Israel untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Media Israel mengatakan kasus bunuh diri paling banyak terjadi di kalangan ahli kesehatan. 

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,29 Jan 2020,10:07 AM

Nagev, SPNA - Seorang dokter berumur 37 tahun yang bertugas di Rumah Sakit Soroka, Nagev, Israel, diberitakan melakukan bunuh diri, karena tekanan jiwa. Pihak rumah sakit mengabarkan bahwa itu merupakan kasus ke empat yang berlangsung di Soroka.

Menanggapi fakta tersebut, Direksi Rumah Sakit akan segera menggelar pertemuan, guna mengantisipasi terjadinya hal yang serupa.

Hasil peneltitian yang dilakukan oleh salah satu media Israel, Yedioth Ahronoth, kasus bunuh diri tersebut diakibatkan oleh  tekanan pekerjaan dan kelelahan.

Di antara empat dokter tersebut, salah satunya adalah Kepala Bagian Bedah Plastik Alex Berezovsky (59 tahun). Dokter  kecantikan paling terkenal di Israel.

Dua bulan berselang, aksi bunuh diri dilakukan oleh  Avi Shimoni, dokter ahli jantung.

Padahal Direktur Rumah Sakit kabarnya telah menyiapkan dua psikiater untuk mengontrol para dokter yang bertugas. Dalam sebuah penelitian di Israel disebutkan bahwa kasus bunuh diri paling banyak terjadi di kalangan ahli kesehatan sendiri.

(T.HN/S: Al-Hadath)

leave a reply