Pembangunan Hunian Ilegal Secara Masif di Wilayah Palestina Tingkatkan Populasi Penduduk Israel

Menurut surat kabar Israel tersebut peningkatan jumlah penduduk Israel dari 12964 jiwa tahun 2018 menjadi 15299 disebabkan pembangunan hunian ilegal Israel yang gencar dibangun di  Tepi Barat.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,04 Feb 2020,11:18 AM

Tel Aviv, SPNA – Surat kabar Israel Yisrael Heyom melaporkan bahwa jumlah penduduk Israel di Tepi Barat tahun 2019 meningkat.

Hal ini terjadi setelah 6 tahun populasi mereka menurun. Namun tahun 2019 jumlah penduduk Yahudi meningkat sebesar 3,4%.

"Meskipun tidak  besar, namun hal ini sudah sangat baik, " seperti dikutip Maannews (04/02).

 Menurut surat kabar Israel tersebut peningkatan jumlah penduduk Israel dari 12964 jiwa tahun 2018 menjadi 15299 disebabkan pembangunan hunian ilegal Israel yang gencar dibangun di  Tepi Barat.

Sampai saat populasi seluruh penduduk Israel mencapai 463901 jiwa. Mereka tinggal di 150 permukiman ilegal di Tepi Barat. Data ini dirilis setelah AS mendeklarasi Deal of Century yang mendukung aneksasi Tepi Barat ke wilayah Israel.

 

Deal of Century yang digagas Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah menetapkan Yerusalem ibukota bersatu bagi Israel.

 

Berdasarkan rencana Trump, ibukota Palestina akan dipindahkan di lingkungan Arab di sisi timur tembok pemisah Al-Quds yang terpisah dari seluruh wilayah Al-Quds lainnya.

 

Wilayah tersebut mencakup Kafr Aqab, Abu Dis dan Shuafat. Palestina dapat menamai wilayah tersebut dengan "Al-Quds" menggunakan istilah

 

Sementara untuk situs suci di Al-Quds akan tetap berada dibawah kuasa Israel, termasuk Masjid Al-Aqsa.

 

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyatakan penolakan keras terhadap solusi damai yang digagas oleh AS yang dikenal dengan Deal of Century.

 Abbas juga menyerahkan Al-Quds agar menjadi ibukota Israel serta memutuskan hubungan dengan Israel. Dalam sidang darurat Kementerian Luar Negeri Arab di Ramallah (02/02), Abbas menegaskan: "Saya tidak akan menyerahkan Al-Quds kepada Israel. Saya tidak mau jika sejarah mencatat bahwa saya menjual Al-Quds kepada zionis."

Presiden Palestina yang menjabat sejak 2005 ini menegaskan bahwa Palestina akan setia mendukung perdamaian. Dia menyerukan dunia internasional agar menekan Israel  untuk tunduk terhadap hukum.

 Dia  juga menegaskan tidak akan menerima Amerika Serikat sebagai mediator satu-satunya perdamaian antara Palestina dan Israel.  

 

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir