Tentara Israel Lecehkan Guru dan Mengambil Sidik Jari Siswa Palestina di Desa Taqu, Bethlehem

Pasukan Israel kerap kali mengancam akan menyerbu sekolah dengan alasan palsu.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,05 Feb 2020,12:20 PM

Bethlehem, SPNA - Tentara Israel menangkap dua guru Palestina yang hendak menuju ke sekolah mereka pada Selasa pagi (04/02/2020). Kejadian ini terjadi di dekat desa Taqu, sebelah tenggara Bethlehem, wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Morad Abu Muffareh, seorang guru di sekolah itu, kepada Wafa mengatakan bahwa para prajurit sering menghasut guru dan siswa dengan menempatkan mereka di sekitar tempat tersebut. "Mereka mengancam akan menyerbu sekolah dengan alasan palsu," tambahnya. "Ada banyak contoh agresi Israel terhadap sekolah." Pasukan sering kali menembakkan gas air mata ke halaman sekolah di mana para siswa bermain sepak bola. Mereka melakukan patroli dan mencegah siswa dan guru memasuki halaman sekolah; dan menahan guru dan siswa untuk diinterogasi.

Selain itu, secara singkat tentara menangkap sejumlah siswa dari sekolah yang sama untuk diambil sidik jarinya pada hari Minggu (02/02/2020). Para siswa tersebut sedang ada dalam perjalanan menuju sekolah ketika kejadian itu berlangsung.

Prosedur ini berlangsung setelah berhari-hari bentrokan terjadi antara para pengunjuk rasa dan pasukan Israel di desa tersebut dan juga di daerah lain yang diduduki Israel. Ini tidak lepas dari diluncurkannya “rencana perdamaian” oleh Donald Trump.

Di saat sebagian besar pelanggaran terjadi di sekolah yang berada dalam kontrol tentara Israel, Abu Muffareh menjelaskan, pada beberapa kesempatan pada semester pertama para pemukim bersenjata memasuki halaman sekolah, dengan pengawalan tentara. Mereka melecehkan dan mengancam para siswa.

Para siswa yang hadir di sekolah-sekolah yang jadi sasaran tentara dan pemukim Israel merasakan “kepanikan yang terus-menerus, merasa lelah” dan “mengalami kesulitan” untuk fokus pada pelajaran dan “tidak semangat” untuk datang ke sekolah, akibat meningkatnya kekerasan terhadap mereka.

Warga Palestina di Taqu kerap menjadi sasaran serangan tentara dan pemukim Israel.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply