Haniyeh ajak warga Palestina Tepi Barat lakukan perlawan terhadap Israel

Pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh mengajak warga Palestina Tepi Barat untuk mengadakan perlawan terhadap Israel yang sedang melakukan konspirasi demi menguasai Masjid Al-Aqsa.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,06 Feb 2020,12:00 PM

Gaza, SPNA - Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menegaskan penolakannya terhadap konsep perdamaian antara Palestina dan Israel yang dikenal dengan sebutan Perjanjian Abad Ini atau Deal of The Century. Konsep yang ditawarkan tersebut menurutnya merupakan penjajahan serta arogansi Amerika dan Israel terhadap hak-hak warga Palestina.

Dalam berita yang dikutip dari media lokal Palestina, Qudspress, Rabu (05/02/2020), Haniyeh menyatakan bahwa kebijakan Amerika tersebut telah menghapus hak-hak warga Palestina yang dilindungi oleh Undang-Undang Internasional. Di antaranya hak untuk mendirikan sebuah negara yang berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

"Konsep Donald Trump telah menghapus hak warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka yang diusir secara paksa oleh Israel. Tanah, air dan gas adalah harta kita yang dicuri oleh penjajah." Tegas Haniyeh.

Dalam hal ini, ia mengajak warga Tepi Barat untuk mengobarkan bendera perlawanan terhadap Israel. Perlawanan merupakan satu-satunya jaminan bagi warga untuk menjaga hak mereka dari tangan jahil Israel dan Amerika Serikat.

Selasa (28/01) lalu, Presiden Amerika Donald Trump telah mengumumkan isi dari Deal of The Century yang telah lama dibicarakan dalam setahun terakhir. Ia merupakan sebuah format perdamaian yang diklaim dapat menyelesaikan konflik berkepanjagan antara Palestina dan Israel.

Salah satu poin perdamaian tersebut, Palestina harus menyerahkan seluruh wilayah Yerusalem untuk Israel, termasuk di dalamnya Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina tetap akan diberikan akses menuju tempat suci tersebut asalkan tidak berniat untuk menciptakan kerusuhan.

Pemerintah Palestina jauh hari sebelum diumumkan telah menyatakan penolakannya. Amerika dianggap tidak lagi layak untuk menjadi penengah dalam kasus Palestina.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply