Ribuan warga Sudan berunjuk rasa tentang pertemuan Pemerintah dengan Netanyahu

Kerjasama yang coba dibangun Pamerintah Sudan dengan Israel mendapat penentangan dari warga. Ribuan warga berkumpul di ibu kota Khartoum meneriakkan penolakan mereka.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,08 Feb 2020,10:45 AM

Khartoum, SPNA - Ribuan warga Sudan, Jumat (07/02), turun ke jalanan menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan Pemerintah yang menjalin hubungan dengan Israel.

Warga melakukan aksinya  pasca pelaksanaan shalat Jumat. Massa yang berkumpul berasal dari tiga Masjid di Khartoum, Masjid Al-Jareef Al-Islami, Masjid Khateem Al-Amursalin, dan Masjid Khartoum Al-Kabiir.

Sebelumnya sejumlah partai  politik telah menyatakan penolakan terhadap pertemuan antara Pemerintah Sudan dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Senin (03/02), menyatakan bahwa dirinya sedang berusaha melobi Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, agar membuka diri untuk menjalin hubungan bilateral dengan negara Yahudi tersebut.

Informasi tersebut dibocorkan oleh Biro Sekretariat resmi Netanyahu melalui sebuah cuitan Twitter.

Menurut sumber tersebut, kedua pemimpin negara bahkan telah melakukan pertemuan di Entebbe, atas undangan dari Presiden Uganda, Yoweri Museveni.

Netanyahu menilai arah politik Sudan sudah berlajalan di atas poros yang bagus dan lebih terbuka dibandingkan sebelumnya. Ia juga menyatakan telah mengabarkan berita sambutan baik Sudah tersebut kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo.

Burhan disebutkan ingin menyelamatkan ekonomi negaranya agar dapat keluar dari krisis ekonomi.

Sehari kemudian, Selasa (04/02), Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa negaranya telah mendapatkan izin dari Pemerintah Sudan untuk menggunakan jalur mereka. Dengan demikian maskapai  penerbangan Israel dapat mempersingkat rute penerbangan mereka menujun negara-negara Amerika Latin.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply