Tentara Israel Cegah Ratusan Warga Palestina Laksanakan Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Pengerahan pasukan berskala besar diperkuat sebagai langkah keamanan yang ketat setelah meningkatnya kekerasan pasca dirilisnya "Deal of The Century".

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,08 Feb 2020,11:48 AM

Al-Quds, SPNA - Ratusan jamaah Palestina yang hendak menuju Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan sholat Jum'at dicegah memasuki situs suci tersebut.

Pasukan Israel menempatkan mereka di pintu masuk kota Yerusalem (Al-Quds). Mereka pun menghentikan bus yang mengangkut warga Palestina dan dan memaksa mereka untuk putar balik dan kembali ke rumah masing-masing.

Pasukan pendudukan mengklaim langkah itu merupakan upaya untuk mencegah gangguan di lokasi.

Menurut Times of Israel, ribuan pasukan pendudukan tambahan dikerahkan di Yerusalem sebelum pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

“Polisi tidak punya hak untuk tidak mengizinkan kami datang ke masjid. Mereka menghukum orang tanpa alasan dan ini bukan pertama kalinya,” komentar beberapa jamaah seperti dikutip Ynet News.

Pengerahan pasukan berskala besar diperkuat sebagai langkah keamanan yang ketat setelah meningkatnya kekerasan minggu ini. Kekerasan telah meningkat seiring dirilisnya "Deal of The Century" Presiden AS Donal Trump, yang telah ditolak oleh semua pihak Palestina serta PBB karena tidak didasarkan pada resolusi yang diakui secara internasional. Kekerasan ini pula telah menelan korban dengan meninggalnya tiga warga Palestina.

“Deal of The Century” akan memungkinkan Israel mencapai sejumlah tujuan yang telah lama digenggam, seperti kontrol penuh atas Yerusalem yang disengketakan dan menjadi lampu hijau untuk mencaplok semua permukiman dan bagian lain dari Tepi Barat yang diduduki.

Pekan lalu, puluhan ribu jamaah menuju ke kompleks Masjid Al-Aqsa untuk salat Jumat pertama setelah "rencana perdamaian" itu diumumkan. Pasukan Israel melepaskan peluru karet kepada para pengunjuk rasa.

Para jamaah Palestina meneriakkan, "Jiwa dan darah kami, kami akan berkorban demi Al-Aqsa."

Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang berbasis di Jalur Gaza mendokumentasikan 322 pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional oleh pasukan pendudukan Israel dan pemukim di wilayah Palestina yang diduduki dalam minggu ini sebagai tanggapan atas protes damai yang diselenggarakan terhadap "rencana perdamaian" Trump.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply