Jepang Melaporkan 150 Kasus Virus Corona

Di hari yang sama, Korea Selatan mengatakan bahwa 27 orang terinfeksi oleh virus yang berasal dari Cina, sementara 809 lainnya sedang diperiksa.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,10 Feb 2020,12:13 PM

Tokyo, SPNA - Jepang pada hari Senin (10/02/2020) mengungkapkan bahwa ada 150 pasien virus corona di negara itu, media lokal melaporkan.

Mereka di Jepang yang dites positif virus corona baru - yang berasal dari kota Wuhan di Cina Desember lalu - termasuk penumpang di atas kapal pesiar yang dikarantina, menurut kantor berita Kyodo yang bermarkas di Tokyo.

Para pejabat Jepang mengatakan total 130 orang yang berada di dalam Princess Diamond dites positif terkena virus itu, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 900 orang di China.

Sekitar 3.700 penumpang dan awak dari 56 negara dan wilayah berada di kapal yang saat ini dikarantina di dermaga di provinsi Kanagawa, selatan Tokyo.

Mereka yang terkena virus dianataranya 21 warga Jepang, delapan Amerika, lima Australia, lima Kanada dan masing-masing dari Argentina dan Inggris.

Kapal, bersama dengan penumpangnya, dihentikan di dermaga setelah seorang penumpang yang turun di Hong Kong ditemukan terinfeksi virus corona.

Kapal tersebut kembali minggu lalu ke kota pelabuhan Yokohama setelah mengunjungi Kagoshima, Hong Kong, Vietnam, Taiwan dan Okinawa. Kapal telah meninggalkan pelabuhan yang sama pada 20 Januari lalu.

Sementara itu, pihak berwenang di Korea Selatan hari ini mengatakan bahwa jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di negara itu adalah 27.

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan bahwa mereka telah mengkarantina 809 orang untuk virus baru tersebut.

Virus ini dikatakan telah ditularkan ke manusia dari hewan, terutama kelelawar, dan telah menyebar ke lebih dari 20 negara lain, termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol, dan India.

Banyak negara telah mengevakuasi warganya dari Wuhan dan daerah lain yang terkena dampak di China, menempatkan mereka dalam perawatan medis yang terisolasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah itu sebagai darurat internasional.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir