Militer Israel Berlatih Tembak di Lembah Yordania

Dalam latihan kali ini, militer Israel menargetkan para gembala Palestina di desa al-Burj, dan menahan tiga orang dari mereka.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Fri,14 Feb 2020,02:39 PM

Lembah Yordania

Lembah Yordania, SPNA - Militer Israel menggelar latihan menembak pada hari Kamis (13/02/2020) di beberapa daerah di Lembah Yordania utara, Tepi Barat yang diduduki.

Aref Daraghmeh, seorang aktivis setempat, mengatakan kepada kantor berita resmi Palestina WAFA bahwa militer Israel melakukan latihan di desa al-Farisiya, al-Burj dan desa Khirbet Samra, menggunakan peluru tajam, tank dan bus.

Ini terjadi ketika pasukan Israel mengejar para gembala Palestina di desa al-Burj, dan menahan tiga orang dari mereka.

Lembah Yordania, yang merupakan sebidang tanah subur yang mengalir ke barat di sepanjang Sungai Yordan, adalah rumah bagi sekitar 65.000 warga Palestina dan membentuk sekitar 30% dari Tepi Barat.

Sejak 1967, ketika tentara Israel menduduki Tepi Barat, Israel telah memindahkan setidaknya 11.000 warga Yahudi ke Lembah Yordania. Beberapa permukiman tempat mereka tinggal dibangun hampir seluruhnya di tanah pribadi warga Palestina.

Militer Israel juga telah menetapkan sekitar 46 persen dari Lembah Yordan sebagai zona militer tertutup sejak awal pendudukan pada Juni 1967, dan telah memanfaatkan dalih latihan militer untuk secara paksa menggusur keluarga Palestina yang tinggal di sana sebagai bagian dari kebijakan pembersihan etnis dan menghambat pembangunan Palestina di daerah tersebut.

Sekitar 6.200 warga Palestina tinggal di 38 komunitas di tempat-tempat yang diperuntukkan untuk penggunaan militer dan harus mendapatkan izin dari pemerintah Israel untuk masuk dan tinggal di komunitas mereka.

Dalam pelanggaran hukum internasional, militer Israel tidak hanya secara sementara menggusur masyarakat secara teratur, tetapi juga menyita lahan pertanian mereka, menghancurkan rumah dan infrastruktur mereka dari waktu ke waktu.

Selain menjalani pemindahan sementara, keluarga Palestina yang tinggal di sana menghadapi banyak sekali pembatasan untuk mengakses sumber daya dan layanan. Sementara itu, Israel mengeksploitasi sumber daya di wilayah itu dan menghasilkan keuntungan dengan mengalokasikan lahan yang luas dan sumber daya air untuk kepentingan para pemukim.

Politisi Israel telah memperjelas dalam beberapa kesempatan bahwa Lembah Yordania yang sangat strategis akan tetap berada di bawah kendali mereka dalam segala kemungkinan.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply
Posting terakhir

Israel caplok puluhan hektar lahan warga di Lembah Yordania

Aktivis Palestina, Arif Daraghmeh mengungkapkan bahwa pemerintah Israel mengeluarkan instruksi untuk mencaplok 38 hektar lahan yang mencakup beberapa wilayah di lembah Yordania. Lahan tersebut mencakup sejumlah desa di Tayasur, Tammun dan Tobas.