PBB: Beruntung, Yaman dan Suriah Bebas Corona

Orgranisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan virus Corona yang pertama kali muncul di Cina kini telah menyebar ke 64 negara dunia. Beruntung covid-19 tersebut belum mewabah ke Suriah dan Yaman.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,05 Mar 2020,10:09 AM

Riyadh, SPNA - Kepala Komunikasi Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Juliette Touma, mengatakan, "Belum ada kasus Corona di Suriah dan Yaman."

"Kita tidak dapat membayangkan petaka yang ditimbulkan virus tersebut jika sampai ke dua negara konflik itu. Kita beruntung sampai saat ini belum tercatat satu kasuspun di sana."

Utusan UNICEF untuk Timur Tengah tersebut juga menyebutkan defisit dana yang dibutuhkan untuk membantu warga di wilayah barat laut Suriah. Besar bantuan yang dibutuhkan mencapai 19 juta dolar Amerika Serikat, atau setara dengan 269 miliar rupiah.

Seperti dikutip dari Sputniknews, di sela konferensi Forum Kemanusiaan Internasional Riyadh kedua, Touma menambahkan, "Kami sangat membutuhkan saat ini  USD 19 juta di UNICEF untuk membeli lebih banyak bantuan dan melakukan apa yang kita butuhkan sehingga kita dapat memberikan bantuan ke barat laut."

Direktur WHO, Tedros Adhanom, menyebutkan bahwa virus yang pertama kali muncul di Wuhan Cina tersebut saat ini telah menyebar ke 64 negara.

Sampai saat ini para ahli masih belum menemukan vaksin yang tepat untuk melawan Corona. Pemerintah Cina akhir bulan lalu mengumumkan bahwa pihak kesehatannya terus berpacu dengan waktu demi menemukan penawar yang dapat menyelamatkan ribuan warganya.

Namun sebagian ahli ada juga yang berpendapat bahwa virus tersebut bersifat musiman atau bahkan tidak dapat hilang secara total.

(T.HN/S: Arabic.Sputniknews)

leave a reply
Posting terakhir

Kemenkes pastikan Palestina bebas corona

Kementerian Kesehatan Palestina menepis kabar mulai tersebarnya virus mematikan corona di Palestina. Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Palestina untuk saat ini masih seratus persen aman.

Kemenkes: Palestina Kami Masih Bebas Corona

Dalam konferensi pers, yang dikutip youm7 (23/02), melaporkan bahwa Kemenkes Palestina telah melakukan pemeriksaan kepada 79 suspect serta telah mengambil 51 sampel dari Betlehem dan 8 sampel dari Yerikho. Hasil pemeriksaan