Kemenkes Palestina: Jalur Gaza Masih Bebas Corona     

Menteri Kesehatan Palestina, Selasa (17/03) di Gaza melaporkan bahwa Gaza masih bebas corona.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,17 Mar 2020,10:53 AM

Jalur Gaza, SPNA – Menteri Kesehatan Palestina, Selasa (17/03) di Gaza melaporkan bahwa Gaza masih bebas corona.

Hal ini diungkap setelah tes terhadap  33 suspect corona di Gaza menunjukkan hasil negatif.

Meskipun demikian 2778 warga yang baru memasuki Gaza tetap menjalani isolasi selama 14 hari terhitung sejak 3 Maret silam.

Kemenkes Gaza juga menyerukan agar warga Palestina hanya melaksanakan sholat fardhu Masjid dan sholat sunnah di rumah.

Seebelumnya, Biro Informasi Pemerintah Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa pemerintah lokal mengambil 12 langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona, sebagai berikut:

1. Menutup gerbang Gaza dari dua arah kecuali untuk keperluan darurat.

2. Menunda pendaftaran sekolah Gaza hingga akhir Maret.

3. Menugaskan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan memantau perkembangan warga Gaza yang diharuskan melakukan isolasi di rumah serta mengambil tindakan bagi yang melanggar aturan.

4. Melarang siapapun baik lembaga pemerintah atau swasta menggelar acara massal yang diikuti lebih dari 100 orang.

5. Menghindari tempat-tempat keramaian seperti Masjid khususnya bagi lansia dan penderita penyakit flu.

6. Membentuk tim khusus yang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait terutama WHO dalam menghadapi corona.

7. Memasang kamera pemantau suhu tubuh di perbatasan Gaza.

8. Isolasi wajib bagi pihak-pihak yang datang dari negara-negara wabah corona di gerbang Rafah.

9. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan untuk pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terpapar corona.

10. Mendirikan rumah sakit darurat di Rafah dengan kapasitas 46 kamar. 

11. Mewajibkan isolasi rumah bagi warga Gaza yang baru memasuki Gaza.

12. Sosialisasi virus corona serta langkah-langkah pencegahan dengan menggunakan stasiun tv atau internet terhadap masyarakat.

Sejak pekan lalu Badan Wakaf Palestina mengumumkan kebijakan penutupan sejumlah Masjid di Bethlehem, Gereja, Biara dan tempat-tempat umum lainnya untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kementerian Wakaf juga meminta semua pihak untuk mematuhi setiap keputusan yang berhubungan dengan kepentingan umum.

Penyebaran virus corona yang begitu cepat hingga merambat ke 114 negara membuat WHO menetapkan COVID-19  sebagai pandemik global. Tercatat lebih dari 118.000 kasus infeksi corona di seluruh dunia dimana 4.291 pasien dinyatakan meninggal.

Situasi genting ini membuat sejumlah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menangguhkan kegiatan keagamaan.

Tunisia sebelumnya dilaporkan hingga 4 April mendatang. Pemerintah Iran dan Jepang juga menghentikan pelaksanaan sholat Jum'at akibat corona demi mencegah penyebaran COVID-19.

Arab Saudi sebelumnya juga menunda kegiatan ibadah umrah baik  bagi warga asing atau lokal disamping melakukan pembersihan dan sterilisasi terhadap Masjidil Haram.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Kemenkes: Palestina Kami Masih Bebas Corona

Dalam konferensi pers, yang dikutip youm7 (23/02), melaporkan bahwa Kemenkes Palestina telah melakukan pemeriksaan kepada 79 suspect serta telah mengambil 51 sampel dari Betlehem dan 8 sampel dari Yerikho. Hasil pemeriksaan

Kemenkes pastikan Palestina bebas corona

Kementerian Kesehatan Palestina menepis kabar mulai tersebarnya virus mematikan corona di Palestina. Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Palestina untuk saat ini masih seratus persen aman.