Israel Gunakan Teknologi Pelacak Teroris untuk Memantau Korban Corona

Untuk menanggulangi penyebaran virus Corona, pemerintah Israel menggunakan teknologi pelacak ponsel yang biasa digunakan untuk kepentingan terorisme. Kebijakan itu mendapatkan protes keras dari sebagian golongan karena dianggap mencederai hak privasi seseorang.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,18 Mar 2020,01:02 PM

Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA - Dikutip dari Reuters, Selasa (17/03/2020), Pemerintah Israel disebutkan menggunakan teknologi pemantauan melaluiponsel untuk mengatasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Otoritas Zionis juga mengharuskan warganya tetap berada di rumah untuk sementara waktu.

Kebijakan khusus tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kabinet Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu. Dengan itu pihak keamanan, Shin Bet, berhak menggunakan data pribadi pengguna ponsel untuk melacak keberadaan warga yang diklaim positif.

Teknologi pelacak seperti itu biasanya digunakan Israel untuk kepentingan terorisme.Dengan melacak data ponsel pribadi, Pemerintah dapat mengetahui keberadaan pasien Covid-19 dan memperingatkan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Selain itu pemerintah memerintahkan warganya untuk tetap berada di rumah mereka sementara waktu, kecuali untuk kepentingan darurat. Sejumlah tepat keramaian seperti taman dan pantai juga turut ditutup.

Kebijakan terbaru pemerintah Israel untuk menggunakan data ponsel pribadi warga, mendapat kritikan keras dari golongan pejuang hak asasi. Langkahitu menurut mereka lebih berbahaya dari Corona itu sendiri dan bertentangan dengan hak asasi seseorang.

Di antara mereka yang menyuarakan penolakan itu, Gabi Ashkenazi, salah satu kepala militer Israel. Dalam sebuah cuitan Twitternya, Gabi berpendapat bahwa itu bukanlah sugesti yang tepat.

Hal serupa juga diutarakan Menteri Kehakiman Israel, Amir Ohana. Pemantauan elektronik tersebut menurutnya lebih berbahaya dari virus Corona.

Sampai saat ini terdapat 324 kasus warga Israel yang positif Corona. Sedangkan di Tepi Barat, warga yang terinfeksi berjumlah 41 dan belum ada satu  kasuspun di wilayah Gaza.

(T.HN/S: Reuters)

leave a reply