WHO: Vaksin COVID-19 Mulai Diuji

Uji coba ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemungkinan perawatan yang bisa menyelamatkan jiwa.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,19 Mar 2020,01:36 PM

Jenewa

Jenewa, SPNA - Uji coba pertama vaksin untuk virus corona telah dimulai, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Rabu (28/03/2020).

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa uji coba dimulai "hanya 60 hari setelah urutan genetik virus diberikan oleh China."

Dia tidak mengatakan di mana uji coba tersebut dilakukan.

Disaat uji coba menjadi tonggak sejarah, para pejabat kesehatan mengatakan bahwa mereka akan membutuhkan setidaknya 12 hingga 18 bulan untuk tersedianya vaksin untuk penggunaan umum.

Pada konferensi pers yang diadakan di kantor pusat WHO di Jenewa, Tedros menuturkan bahwa lebih dari 200.000 kasus virus telah dikonfirmasi dan lebih dari 8.000 kematian dilaporkan di seluruh dunia.

Dia memuji para peneliti di seluruh dunia yang katanya bertindak bersama "untuk secara sistematis mengevaluasi terapi eksperimental."

“Banyak uji coba kecil dengan metodologi berbeda mungkin tidak memberi kita bukti yang jelas dan kuat yang kita butuhkan tentang perawatan yang membantu menyelamatkan jiwa,” katanya.

Karena alasan inilah WHO dan para mitranya mengadakan penelitian di negara-negara di mana beberapa pengobatan yang belum diuji dibandingkan satu sama lain.

Negara-negara yang telah mengkonfirmasi untuk bergabung dengan "uji coba solidaritas" di antaranya Argentina, Bahrain, Kanada, Prancis, Iran, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Thailand.

"Kita tahu bahwa banyak negara saat ini menghadapi epidemi yang meningkat dan merasa kewalahan," kata Tedros yang mencatat bahwa meski demikian harapan selalu ada.

Negara-negara dapat melakukan banyak hal seperti tindakan menjaga jarak fisik - seperti membatalkan acara olahraga, konser, dan pertemuan besar lainnya yang dapat membantu memperlambat penularan virus.

Mereka dapat mengurangi beban pada sistem kesehatan dan membantu membuat epidemi ini dikelola, memungkinkan tindakan yang ditargetkan dan terfokus.

"Tetapi untuk menekan dan mengendalikan epidemi, negara harus mengisolasi, menguji, mengobati, dan melacak," Tedro memperingatkan.

"Jika tidak, rantai transmisi dapat berlanjut pada tingkat rendah, kemudian bangkit kembali setelah langkah-langkah jarak fisik ditingkatkan."

Dia mengatakan bahwa WHO terus merekomendasikan bahwa mengisolasi, menguji dan merawat setiap kasus yang dicurigai, dan melacak setiap kontak, harus menjadi tulang punggung respon di setiap negara.

“Ini adalah harapan terbaik untuk mencegah penularan pada masyarakat secara luas,” kata Tedros.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir