Cegah COVID-19, NPC Indonesia Kerahkan Tim untuk Menyemprot Masjid di Kota Gaza

Hingga Jumat (20/03/2020) tercatat 48 kasus positif corona di Palestina, yang tersebar di wilayah Betlehem, Ramallah, Tulkarem, Nablus dan Salfit.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,21 Mar 2020,04:52 AM

Gaza

Gaza, NPC - Palestina yang telah bertahun-tahun berjibaku melawan Israel, kini harus berjuang pula melawan COVID-19, yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah ditetapkan sebagai pandemi. Di tengah sistem kesehatan yang rapuh, Palestina melaporkan 48 kasus positif corona.

Gaza, hingga kini, menjadi salah satu wilayah di Palestina yang belum terjamah COVID-19. Meski demikian, otoritas setempat telah melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus tersebut. Selain tempat isolasi, untuk mewujudkan tujuan ini, tenaga medis dan warga Gaza juga sangat membutuhkan masker dan cairan disinfektan.

Merespon langkah itu, dan sebagai bagian dari misinya untuk mendukung rakyat Palestina, Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah Gaza.

NPC menempuh langkah preventif ini dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di di beberapa masjid. Tahap pertama penyemprotan di lakukan di wilayah Gaza utara dan Gaza timur, di antaranya: Masjid Raya Umari, Masjid Ibadurrahman, Masjid Bader, dan Musolah untuk wanita. Selain masjid, penyemprotan juga dilakukan di beberapa tempat halaqoh atau hifdzil qur'an.

Menyambut upaya NPC ini, takmir dan jamaah masjid mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya seluruh donatur NPC yang mengambil bagian dan berperan dalam usaha mencegah virus corona di Gaza.

Dilansir Days of Palestine, per tanggal 20 Maret 2020, tercatat 48 warga Palestina positif terjangkit Covid-19, yang tersebar di wilayah berikut: Betlehem 40 kasus, Ramallah 3 kasus, Tulkarem 2 kasus, Nablus 2 kasus, Salfit 1 kasus. Di Gaza sendiri, hingga kini pihak Kementerian Kesehatan belum mengkonfirmasi adanya kasus positif corona.

Lembaga kemanusiaan Nusantara Palestina Center (NPC) yang dibentuk oleh Bapak Abdillah Onim (Bang Onim) rutin menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Bantuan ini menargetkan keluarga dhuafa, anak yatim maupun para janda di Palestina.

(NPC)

leave a reply
Posting terakhir

YAYASAN NPC Indonesia kembali salurkan santunan tunai untuk ratusan Yatim Palestina senilai 734 Juta

​​​​​​​"Yayasan NPC kembali salurkan santunan tunai tahap ke 5 untuk Yatim Palestina senilai Rp.734.000.000 dalam program OTA YATIM PALESTINA kini telah memasuki tahun ke III. RATUSAN YATIM PALESTINA KINI Telah memiliki orang tua asuh di Indonesia tiap bulan terima santunan tunai untuk biaya hidup. “Program anak asuh yatim bentuk kepedulian sebagian masyarakat Indonesia untuk saudara kita di Palestina. Anak-anak Palestina orang tua telah tiada akibat korban peperangan harus diberikan perhatian lebih karena mereka adalah aset bangsa. Masa depan Palestina berada di tangan mereka dan merekalah yang akan melanjutkan estafet perjuangan, ‘’ terang pria yang akrab disapa Bang Onim.

MASYARAKAT INDONESIA BUKA PASAR SEMBAKO INDONESIA GRATIS DI PALESTINA, Bantuan dari Rakyat Indonesia untuk warga Gaza

 Pertama pasar sembako gratis digelar oleh masyarakat Indonesia Palestina tepatnya dikota Gaza, ratusan warga Gaza banjiri pasar sembako amanah dari rakyat Indonesia, mereka bebas memilih kebutuhan dan keperluan makanan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, garam, kurma, makarona dengan total 16 item jenis makanan, insya Allah pada Ramadhan 2019 ini kita gelar dengan program sama yaitu PASAR SEMBAKO INDONESIA GRATIS dan PASAR SAYUR DAN BUAH GRATIS, ungkap Abdillah Onim-Humanitarian activist and diplomacy Indonesia di Gaza. 

1.JPG

Muslimin Indonesia menghadiahi minibus untuk TK. Nurani Indonesia Kota Gaza Palestina

Gaza, SPNA - Jumlah anak yatim di Jalur Gaz tidak kurang dari 28 ribu jiwa. Mayoritas dari mereka kehilangan orang tua yang menjadi korban perang, akibat sakit atau mengidap penyakit akut seperti kanker dll. Krisis obat-obatan yang melanda Gaza, mengakibatkan tidak sedikit warga Gaza –yang menderita penyakit parah- harus dirawat di rumah sakit di luar Gasa. Sayangnya,