Imbas Corona, jemaah Jumat di Masjid Al-Aqsa berkurang

Masjid Al-Aqsa yang biasanya dipenuhi oleh puluhan ribu warga Palestina pada hari  Jumat, kini sepi akibat Corona hanya didatangi oleh ratusan jemaah saja. Bentrokan kecil sempat terjadi antara militer Zionis dan sebagian jemaah yang tidak diizinkan masuk.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,21 Mar 2020,10:31 AM

Yerusalem, SPNA - Petugas polisi Israel dilengkapi dengan peralatan anti huru hara dan masker di wajah, berdiri siaga di salah satu pintu Kota Tua, Yerusalem, memeriksa kelengkapan data diri satu persatu jemaah yang ingin mendatangi Al-Aqsa.

Warga setempat menyebutkan bahwa jumlah jemaah yang mendatangi Al-Aqsa, kemarin (Jumat, 20/03), jauh lebih sedikit dari biasanya. Diprediksi hanya berjumlah ratusan orang saja. Pada hari biasa jemaah bisa mencapai 50 ribu warga.

Sempat terjadi bentrokan kecil antar militer Israel dan sebagian jemaah yang tidak mendapatkan izin masuk. Untuk menangani protes tersebut, militer Israel melepaskan gas air mata dan mengejar warga dengan pasukan berkuda.

Departemen Wakaf Yerusalem pekan lalu mengambil kebijakan menutup sebagian bangunan Masjid Al-Aqsa sebagai langkah preventif terhadap Corona. Namun shalat masih bisa di laksanakan di bagian terbuka dari pelataran Masjid.

Pada hari Kamis, Pemerintah Israel  menginstruksikan warga untuk tetap berada di rumah. Mereka juga melarang perkumpulan yang melibatkan lebih dari sepuluh orang.

Micky Rosenfeld, Juru bicara kepolisian Israel, mengatakan tindakan sterilisasi sedang dilakukan di semua lingkungan, termasuk Kota Tua.

"Bersama dengan penyebaran virus Corona yang sedang berlangsung, penting bahwa tidak ada pertemuan publik, dan butuh menjaga jarak sekitar dua meter antar individu." Tambahnya.

Beberapa waktu sebelumnya, pendeta besar Yahudi juga menghimbau pengikutnya untuk tidak mendatangi Dinding Ratapan untuk sementara waktu.

Pihak berwenang Israel mengatakan bahwa 705 orang telah didiagnosis dengan virus, sepuluh dari mereka dalam kondisi serius.

Para pejabat Palestina mengatakan 48 kasus telah ditemukan di Tepi Barat, 17 di antaranya telah berhasil sembuh.

(T.HN/S: Reuters)

leave a reply
Posting terakhir