Kementerian Pertahanan Israel Luncurkan Studi 'Uji Suara' untuk Deteksi COVID-19

Sebuah perusahaan startup Israel bekerjasama  dengan rumah sakit dan lembaga akademis akan mengambil sampel suara-suara pasien virus corona yang dikonfirmasi melalui aplikasi mobile.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,25 Mar 2020,10:56 AM

Tel Aviv, SPNA - Analisis suara pasien virus corona dapat menghasilkan "sidik jari lisan" untuk membantu mendeteksi gejala COVID-19 pada orang lain dan memprioritaskan pengujian dan perawatan, kata Kementerian Pertahanan Israel, Selasa (24/03/2020).

Mulai minggu ini, sebuah perusahaan startup Israel yang bekerjasama  dengan rumah sakit dan lembaga akademis akan mengambil sampel suara-suara pasien virus corona yang dikonfirmasi melalui aplikasi mobile dalam proyek penelitian yang dipimpin oleh kementerian ini.

"Sampel suara ini akan dianalisis dengan menggunakan algoritma berbasis AI (Kecerdasan Buatan) untuk mengidentifikasi vokal unik 'sidik jari', kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Virus corona mempengaruhi sistem pernapasan dan tanda-tanda kesulitan dapat tercermin dalam pola suara dan pernapasan seseorang.

Tal Wenderow, Presiden dan CEO Vocalis Health, perusahaan yang mengembangkan aplikasi seluler, mengatakan bahwa algoritma tersebut akan digunakan untuk diagnosis dan pemantauan jarak jauh.

Pada tahap ini, aplikasi hanya akan digunakan oleh staf medis bersama dengan pasien yang ambil bagian dalam penelitian ini, tetapi situs web perusahaan memungkinkan siapa saja untuk mengambil bagian dan mengirim sampel suara ke para peneliti.

Para peneliti berharap bahwa sistem perawatan kesehatan akan dapat menggunakan data untuk memprioritaskan pengujian dan rawat inap, memungkinkan pasien dengan gejala ringan untuk tinggal di rumah.

Kementerian mengatakan bahwa sistem pemantauan "dapat dilakukan dari jauh, untuk mencegah penyebaran penyakit dan membebani sistem kesehatan nasional."

Hasil awal dari penelitian ini diharapkan diperoleh dalam waktu enam minggu.

Israel telah melaporkan lebih dari 1.600 kasus virus korona dan tiga kematian.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir