Tentara Israel tewas dalam latihan di Dataran Tinggi Golan

Seorang perwira Angkatan Bersenjata Israel dan empat lainya terluka, Rabu dini hari (27/09/2017), dalam kecelakaan yang terjadi saat berlangsung latihan di Dataran Tinggi Golan.

BY Rara Atto Edited Fri,29 Sep 2017,08:36 AM
Tentara Israel tewas dalam latihan di Dataran Tinggi Golan

Haaretz - DT. Golan

DT.Golan, SPNA - Seorang perwira Angkatan Bersenjata Israel dan empat lainya terluka, Rabu dini hari (27/09/2017), dalam kecelakaan yang terjadi saat berlangsung latihan di Dataran Tinggi Golan.

Kecelakaan terjadi pada pukul 02:00 dini hari akibat terbalinya Howitzer M-190  dalam latihan tersebut. Meski pihak keluraga telah menerima informasi terkait tewasnya tentara tersebut, namun pihak militer belum mengumumkan nama-nama tentara yang tewas itu.

Sementara itu, dua tentara mengalami luka serius, dievakuasi ke Pusat Medis Safed Ziv. Pejabat di sana mengatakan bahwa tentara yang terluka mengalami luka dalam dan luar. Dua tentara lainnya, yang mengalami luka ringan, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Rambam Haifa.

Mayor Jenderal Yaakov Barak, Kepala Koamndo Angkatan Darat, memerintahkan pasukan darat untuk menghentikan latihan sejak Rabu siang hingga Ahad. Selain itu, kendaraan lapis baja diperintahkan untuk menghentikan latihan di malam hari hingga dilakukan penyelidikan awal terhadap keadaan kendaraan tersebut.

Kecelakaan itu terjadi setelah sebuah tim altireli, salah satu tim yang ditugaskan mengangkut meriam artileri, memutar atas alasan yang tidak diketahui.

Menurut menyelidikan awal, pengemudi terganggu oleh cahaya kendaraan di hadapannya. Pada saat itulah, meriam altireli terjatuh ke jurang di sisi jalan, dengan kedalam antara enam sampai delapan meter, dan menyebabkan tewasnya dua tentara tersebut. Petugas, seorang komandan altileri, dan prajurit tersebut, seorang sersan yang bertugas sebagai komandan tim, berdiri di bagian atas meriam, akhirnta terbunuh. Para tentara berusaha menyelamatkan empat anggota pasukan lainnya, yang semuanya terluka.

Rincian awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena adanya human eror. Komando Angkatan Darat telah menunjuk sebuah tim yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mordecahi Kahana untuk melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Komando Utara dan Divisi Investigasi Kriminal juga sedang melakukan penyelidikan, sesuai dengan standar saat para tentara tersebut terbunuh. Penunjukkan Bigadir jenderal untuk memimpin sebuah penyelidikan adalah hal yang luar biasa, hal ini terkait dengan tingkat keparahan dan meningkatnya angka kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir.

(T.RA/S: Haaretz)

leave a reply
Posting terakhir