UNESCO tetapkan resolusi dukung sektor pendidikan Palestina

Paris, SPNA - Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Jumat (03/10/2017)  menyetujui resolusi untuk menindaklanjuti dukungannya terhadap sektor pendidikan di Palestina ....

BY adminEdited Sat,04 Nov 2017,11:17 AM

Paris, SPNA - Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Jumat (03/10/2017)  menyetujui resolusi untuk menindaklanjuti dukungannya terhadap sektor pendidikan di Palestina yang selalu mendapat tekanan dan hambatan Israel.

Wakil Kementerian Pendidikan Palestina Basri Saleh, yang berpartisipasi dalam operasional Lembaga Pendidikan di Konferensi UNESCO, mengatakan: ‘’Pertempuran sengit terjadi dalam konferensi tersebut selama dua hari dimana delegasi Israel mencoba melakukan manipulasi untuk membuang waktu dan menunda pertimbangan keputusan yang mendukung Palestina tersebut.’’

‘’Meskipun demikian delegasi Palestina berdiri tegak menentang rencana-rencana sombong Israel dan berhasil memenangkan Palestina,’’ lanjutnya.

Voting sebanyak 3 kali sengaja dilakukan untuk menunda keputusan tersebut namun setiap kalinya Palestina justru mendapatkan dukungan 75 negara dan hanya 6 negara yang menolak keputusan itu.

Saleh menunjuk pentingnya resolusi itu terlebih karena beberapa pihak berupaya mempengaruhi independensi keputusan UNESCO. Faktor kedua adalah karena resolusi tersebut bertepatan dengan 100 tahun Deklarasi Balfour yang merupakan cikal bakal penjajahan di Palestina. 

Saleh mengucapkan terima kasih kepada perwakilan 75 negara yang mendukung suara keadilan terutama bagi negara-negara Arab dan Islam serta negara-negara Skandinavia dan Eropa. Saleh juga mengucapkan terima kasih kepada kru Kedutaan Besar  Palestina di UNESCO, yang dipimpin oleh Elias Sanbur.

Disebutkan bahwa Palestina  berada di garis depan karena mewakili lembaga pendidikan Arab dalam sidang Menteri Pendidikan di Konferensi Umum UNESCO, yang didukung 95 negara dan institusi internasional. (T.RS/S:Wafanews)

leave a reply