Setelah bertemu al-Sisi Presiden Paletina bertolak ke Arab Saudi

Riyadh, SPNA - Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz mengadakan pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh,

BY adminEdited Wed,08 Nov 2017,08:46 AM

Riyadh, SPNA - Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz mengadakan pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, (7/11/2017) paska meningkatnya ketegangan antara Saudi dan Iran yang didukung Hizbullah Lebanon.

Berdasarkan laporan resmi, al-Wafa Abbas menerangkan perkembangan terakhir di Palestina dan inisiatif AS dalam proses perdamaian serta rekonsiliasi nasional di Palestina.

Sementara itu, Raja Salman menekankan akan terus mendukung perjuangan Palestina di forum internasional dan menfasilitasi pendirian negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Sebelumnya Abbas juga menyatakan dukungannya kepada Saudi untuk memerangi terorisme, Seperti yang disampaikan penasihat Presiden Palestina untuk urusan diplomatik Magdi Khalidi kepada radio Sawt Filistin.

"Kunjungan mendadak Presiden Palestina ke Arab Saudi atas permintaan Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman paska ketegangan antara Riyadh dan Teheran,’’ tambahnya.

Menurut beberapa sumber, Riyadh ingin memasukkan Otoritas Palestina dalam aliansi masa depan melawan Iran dan Hizbullah, serta berkoordinasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump khususnya setelah Hamas, baru-baru ini memulihkan kerjasama  dengan Teheran.

Pemimpin Saudi disebutkan berencana mendirikan kamp di Lebanon untuk 300.000 pengungsi Palestina yang berfungsi mencegah pengaruh Hizbullah yang semakin meningkat di Negara itu.

Abbas tiba di Riyadh pada Senin malam setelah bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi di Sharm el-Sheikh.

Analis urusan Arab di TV 14 Israel mengatakan bahwa Abbas membawa pesan ke Riyadh dari Mesir dan Yordania kepada pimpinan Saudi, agar sikap anti-Iran Arab Saudi tidak menimbulkan konfrontasi antara Sunni dan Syiah di Timur Tengah.

Pada 12 Oktober lalu, Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi yang ditengahi Mesir. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pemerintah Palestina kembali mendapatkan  otoritas atas Jalur Gaza pada 1 Desember mendatang.

 (T.RS/S:RtArabic)

leave a reply