Haniyah: Hamas dukung rekonsiliasi namun tidak sudi mengakui mengakui  Israel

Jalur Gaza, SPNA - Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan bahwa ada 3 poin penting yang menjadi prioritas agenda Sidang antar faksi di Cairo mendatang.

BY adminEdited Mon,13 Nov 2017,09:27 AM

Jalur Gaza, SPNA - Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan bahwa ada 3 poin penting yang menjadi prioritas agenda Sidang antar faksi di Cairo mendatang.

 Hal ini disampaiakn Haniyah dalam pertemuan dengan mahasiswa di Jalur Gaza, Minggu (13/11/2017).

Haniya menambahkan bahwa rekonsiliasi adalah langkah tepat yang melibatkan seluruh warga Palestina.

‘’Sebelumnya, Kami telah terlibat dalam sejumlah perjanjian kesepakatan, dimulai dengan kesepakatan tahun 2005, lalu 2007 di Mekkah , 2009 di Sana'a, 2011 di Cairo dan kami tidak akan membuat perjanjian lain dan fokus dengan pelaksanaan perjanjian Cairo 2017.

‘’Ada beberapa file yang harus diprioritaskan dalam dialog mendatang terutama terkait Otoritas Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah tugas Pemerintah Palestina dan institusi-institusinya.

Kedua, kerangka kepemimpinan yang mengatur rakyat di dalam dan luar negeri, yang direpresentasikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

“Saya perlu menyampaikan bahwa keputusan Hamas baik di dalam dan di luar negeri sesuai dengan  rekonsiliasi.

Ketiga: Kesepakatan mengenai draft politik. Sebelumnya  Hamas telah mengajukan arsip  yang sesuai dengan rancangan pendirian negara Palestina berdasarkan batas 1967 dimana Al-Quds Timur sebagai Ibukotanya.

Menurutnya keberhasilan rekonsiliasi Palestina akan berdampak besar terhadap pemerintahan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

‘’Hamas telah melaksanakan tahap pertama kesepakatan rekonsiliasi dengan penuh komitmen dan independen, seperti menyerahkan Otoritas penyeberangan, membubarkan pemerintahan Hamas, menerima kedatangan pemerintah Palestina di Gaza serta berpartisipasi dalam dialog komprehensif bulan ini di Cairo.

Terkait perlawanan terhadap Israel, Haniyeh menegaskan: ‘’Hamas tidak akan mengakui kedaulatan Israel dan akan terus melakukan perlawanan sesuai dengan kesepakatan 2011 dan protokol yang ditandatangani baru-baru ini di Cairo, karena itu tidak ada pihak dapat melucuti senjata perlawanan dan kami tidak tawar menawar dalam hal ini.’’

 “Kami ingatkan kembali bahwa kami tidak akan mengakui Israel, ‘’ tegasnya. (T.RS/S:Palinfo)

leave a reply