Tampik tuduhan palsu Saad Hariri tinggalkan riyad menuju Perancis

Riyadh, SPNA - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, meninggalkan Arab Saudi menuju Prancis, seperti dilansir stasiun TV Lebanon.

BY adminEdited Sat,18 Nov 2017,10:56 AM

Riyadh, SPNA - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, meninggalkan Arab Saudi menuju Prancis, seperti dilansir stasiun TV Lebanon.

Sebelumnya Hariri melalui Akun Twitternya membantah tuduhan bahwa dia ditahan di Arab Saudi. Ia menyatakan bahwa tuduhan tersebut adalah dusta.

‘’Tuduhan bahwa saya ditahan di Arab Saudi adalah penipuan, saya saat ini sedang berada di bandara menuju Perancis,’’ terangnya.

4 November lalu Hariri secara tiba-tiba mengundurkan diri saat berkunjung ke Riyadh, namun pengunduran dirinya belum dapat diterima oleh pemerintah Lebanon.

Sementara itu, Riyadh memanggil utusannya untuk Berlin setelah Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel dalam konferensi pers menyatakan bahwa Hariri ditahan di Arab Saudi.

Sebelumnya pada hari itu, stasiun TV Al-Mustaqbal Lebanon melaporkan bahwa Hariri meninggalkan bandara Riyadh dengan pesawat pribadinya bersama istri ke bandara Le Bourget, Paris.

Hariri diprediksi akan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron lalu melakukan tur sebelum kembali ke Beirut.

Macron mengatakan Rabu lalu bahwa dia mengundang Hariri dan keluarganya ke Paris setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Pangeran Saudi Muhammad bin Salman.

Macron menegaskan bahwa undangan tersebut bukan tawaran suaka politik.

BBC menjelaskan bahwa Prancis sebagai bekas penjajah Lebanon mencoba menengahi krisis politik yang berkecamuk di Negara itu.

‘’Perjalanan Hariri ke Prancis merupakan babak baru dalam krisis politik  Lebanon yang masih memicu berbagai spekulasi,’’ seperti dinyatakan Liz Dusit, editor urusan internasional BBC.

Arab Saudi sebelumnya membantah memaksa Hariri mengundurkan diri dalam upaya yang disinyalir ‘’membendung pengaruh Iran yang didukung Hizbullah di Lebanon.’’

Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di Arab Saudi serta menuduh Iran menjadi penyebab konflik kehancuran di wilayah. Ia juga menambahkan bahwa ada konspirasi untuk membunuhnya.

Ayahnya, mantan Perdana Menteri Rafik Hariri, dibunuh di Beirut pada tahun 2005.

Pengadilan Internasional Den Haag mengadakan siding in absentia terhadap beberapa tokoh Hizbullah yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut, meskipun mereka menolak terlibat.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan dalam sebuah konferensi pers bersama  Jean-Yves Le Drian,  bahwa Saad Hariri memiliki kebebasan mutlak untuk tinggal di Arab Saudi atau kembali ke Lebanon.

‘’Hariri adalah warga negara Saudi dan Lebanon. Tuduhan bahwa Saudi memaksa Hariri untuk tinggal adalah palsu,’’ tegasnya.

Al-Jubeir juga menuduh Hizbullah menjadi dalang krisis  di Lebanon serta terus menerus melakukan intervensi di sejumlah negara Arab.

Dia menuduh organisasi tersebut adalah senjata Iran untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. (T.RS/S:BBCArabic)

leave a reply
Posting terakhir