Penangkapan ulama Saudi semakin meluas, Abdulaziz al-Fawzan jadi sasaran

Riyadh, SPNA - Beberapa sumber di twitter menyebutkan bahwa ulama Saudi Abdulaziz al-Fawzan kemungkinan akan segera ditangkap. Adalah Akun “Prisoners of Conscience” ....

BY adminEdited Wed,25 Jul 2018,03:48 PM

Riyadh, SPNA - Beberapa sumber di twitter menyebutkan bahwa ulama Saudi Abdulaziz al-Fawzan kemungkinan akan segera ditangkap. Adalah Akun “Prisoners of Conscience” melaporkan, al-Fawzan semakin mengalami pelecehan oleh pihak berwenang.

“Hal ini menegaskan kepada kita bahwa Dr. Abdulaziz al-Fawzan telah dikenai larangan bepergian, men-tweet, sangat mungkin dipecat dari pekerjaannya, dan kami peringatkan kemungkinan menangkapnya selama jam pulang!” Tulis akun tersebut.

Al-Fawzan, seorang profesor perbandingan yurisprudensi di Lembaga Tinggi Kehakiman di Universitas Islam al-Imam Muhammad Ibn Saud, meneruskan sebuah tweet misterius yang dianggapnya sebagai peringatan akan penangkapannya yang akan segera terjadi.

Dia menuliskan, "Orang-orang yang saya cintai di manapun kalian berada, sebutlah nama saya dalam doa-doa Anda, semoga Allah menjadi pembela kita."

Ini terjadi beberapa hari setelah Al-Fawzan mengumumkan penolakan totalnya terhadap penindasan negara Saudi yang banyak terjadi pada para syaikh dan cendekiawan. Melalui wawancara di al-Majid TV, dia juga mengkritik reformasi liberal.

Menanggapi tweet ini, penulis dan akademisi liberal meluncurkan kampanye bertajuk "Abdulaziz al-Fawzan si bid'ah", menuduhnya menghasut untuk menantang kebijakan negara dan menentang perubahan. Al-Fawzan memegang gelar sarjana dari Al-Qassim University of Sharia and Theology. Setelah lulus, dia mengajar di institut yang sama, dimana dia dipercaya menjadi kepala Departemen Fiqh selama bertahun-tahun.

Keprihatinan atas al-Fawzan muncul setelah adanya kampanye penahanan besar-besaran terhadap ulama Saudi. Profesor Mosaed al-Tayar, yang mengajarkan ilmu dan penafsiran Al-Quran di King Saud University, menjadi salah satu dari mereka yang ditahan. Akun "Prisoners of Conscience" mengaitkan penangkapan ulama tersebut dengan "keheningan dan penolakannya terhadap politik atau untuk memuji kebijakan penguasa Saudi seperti yang diminta pihak berwenang kepada para profesor universitas."

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply