Laporan: 12.000 ton hasil panen kurma di Gaza tahun 2018

Jalur Gaza, SPNA – Palestina dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kualitas tanah dan cuaca terbaik. Hal ini membuat Palestina kaya akan sayuran dan buah-buahan .....

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,03 Oct 2018,12:39 PM

Jalur Gaza, SPNA – Palestina dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kualitas tanah dan cuaca terbaik. Hal ini membuat Palestina kaya akan sayuran dan buah-buahan yang menambah keindahan di tanah suci ini.

Salah satu dari buah tersebut adalah kurma yang sudah terbukti memiliki berbagai manfaat. Pohon kurma sendiri dijuluki Al-Qur’an sebagai al-Syajarah al-Mubarakah atau pohon yang penuh berkah dan menjadi tanda kekuasaan Allah.

Pohon-pohon kurma yang besar menghiasi langit dan bumi Palestina serta memiliki ragam khasiat dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Hal ini membuat kurma menjadi komoditi terpenting di Palestina yang menghubungkan sektor industri dan pertanian.

Pohon kurma tersebar luas di Palestina, khususnya di wilayah Deir Balah, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kampung kurma”. Sebagian besar pohon kurma di Palestina ketinggiannya mencapai 30 meter.

Musim panen kurma yang dimulai sejak awal September hingga November adalah saat yang dinantikan warga khususnya di Jalur Gaza.

Warga Gaza memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pemasukan lebih, dengan membantu petani memanen kurma dan menjualnya. Warga juga dapat mengolah buah kurma menjadi berbagai jenis makanan seperti selai, sirup dan lain-lain. Hal ini membuat kurma menjadi unsur sumber pangan warga Palestina khususnya di musim dingin.

Direktur bagian perkebunan, Menteri Pertanian Gaza, Insinyur Muhammad al-Naqah kepada Suara Palestina menjelaskan bahwa Palestina memiliki hasil alam berlimpah karena faktor geografisnya.

Meksipun tidak telalu besar, Palestina memiliki sungai, laut, pegunungan bahkan padang gurun.

Selain itu Palestina juga memiiki ragam jenis tumbuhan, khususnya kurma yang ditanam di seluruh wilayah Palestina khususnya di Jalur Gaza, kota Yerikho dan lembah Yordania.

“Pohon kurma di Palestina tidak dapat menghasilkan kurma kering hal ini dikarenakan kebanyakan pohon kurma tumbuh di bibir pantai yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Karena itu Jalur Gaza hanya mampu menghasilkan kurma basah atau yang disebut al-rutab atau al-balah.

 

 

Hasil Kurma capai angka 12.000 ton

Al-Naqah menjelaskan bahwa untuk tahun ini, Jalur Gaza mampu menghasilkan 12.000 ton kurma. Jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya.

Menurut keterangannya, hal ini disebabkan perubahan cuaca yang mempengaruhi pertumbuhan kurma dimana nenurunan curah hujan di Palestina menambah produksi pohon kurma tahun ini.

Berdasarkan laporan Menteri Pertanian Gaza, Lahan kebun kurma di Gaza mencapai luas 11700 dunam. 8000 dunam dari lahan tersebut ditanami 160.000 pohon kurma berbuah yang mampu menghasilkan belasan ribu ton kurma pertahun.


 

Tantangan yang dihadapi petani kurma

Sultan Abu al-Jamis, petani kurma Gaza menjelaskan bahwa petani kurma menghadapi berbagai masalah, yang terbesar adalah blokade yang diberlakukan Israel sejak 11 tahun silam. Akibatnya petani tidak dapat memasarkan kurma baik di wilayah Palestina yang diduduki Israel ataupun ke luar negeri.

Selain itu petani kurma Gaza juga mengalami kesulitan akibat krisis listrik yang hanya bertahan selama 4 jam perhari. Hal ini menghambat pegawetan kurma didalam lemari pendingin. Akibatnya warga harus merogoh dana besar untuk menghidupkan diesel.

Sultan juga menambahkan bahwa situasi perekonomian yang buruk juga menjadi hambatan. Untuk budidaya kurma, petani membutuhkan dana yang besar. Hal ini karena pupuk, pestisida dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan untuk penanaman kurma di jual kepada petani Gaza dengan harga yang lebih tinggi

Perlu disebutkan, bahwa musim panen kurma merupakan kesempatan bagi sejumlah warga kelas bawah atau pengangguran untuk memperoleh beberapa syikal dengan membantu para petani memanen kurma, atau mengolahnya.

Hal ini merupakan nikmat Allah kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza yang hidup dalam penjara blokade Israel.

(T.RS)

Muhammad al-Hartani

leave a reply